CIAMIS,-
Sebagai organisasi guru terbesar, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kualitas pendidikan di daerah
dan merupakan organisasi profesi yang luar biasa karena memiliki jaringan luas
di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota yang mencapai ribuan hingga puluhan
ribu di setiap daerah. Oleh karena itu, anggotanya agar menjaga marwah
organisasi agar PGRI khususnya di Ciamis semakin kuat dan disegani.
Demikian
disampaikan Bupati Ciamis, Dr H. Herdiat Sunarya saat menghadiri acara Halal Bihalal
PGRI Kabupaten Ciamis tahun 2026 di Aula KH Ahmad Dahlan STIKes Muhammadiyah
Ciamis, Selasa (07/04/2026).
“Menjadi
guru dari tingkat TK hingga SLTA adalah perjuangan besar. Tantangan dan
hambatan yang dihadapi tidaklah mudah. Saya berharap para guru yang tergabung
dalam PGRI mampu melalui semua itu dengan baik,” katanya.
Menurut
Bupati, pemerintah daerah belum dapat sepenuhnya memenuhi harapan terkait
kesejahteraan para guru, mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD). Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas dan
kebersamaan di tengah kondisi tersebut.
Meskipun
terdapat perbedaan kurikulum maupun infrastruktur di setiap jenjang pendidikan,
para guru memiliki tujuan yang sama, yaitu membina masyarakat Kabupaten Ciamis
melalui pendidikan.
“Saya
berharap tidak ada perbedaan. Satukan visi dan misi untuk menciptakan
murid-murid berkualitas. Pendidikan adalah sektor penting dalam mewujudkan
generasi emas 2045,” tegasnya.
Terkait
perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat, Bupati juga menekankan
tenaga pendidik harus mampu menjadi agen perubahan karena pentingnya pengawasan
terhadap penggunaan teknologi oleh siswa, terutama di usia dini.
“Tidak
sedikit anak TK dan SD yang sudah mahir menggunakan teknologi digital. Jika
pengawasannya lemah, mereka bisa terjerumus ke hal-hal negatif,” jelasnya..
Menurutnya,
meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak di
Kabupaten Ciamis, yang tercatat mencapai 83 kasus sepanjang tahun 2025. Untuk
itu guru harus menjadi suri teladan bagi para siswa, baik dalam sikap maupun
perilaku. (EDA)*





0 Comments