Pedal Gas Cetak Motor Penggerak Penjaga Ekosistem Gunung Sawal

ciamiszone.id :

CIAMIS,- Komunitas peduli sungai dan lingkungan Paguyuban Peduli Alam dan Lingkungan Galuh Asri (Pedal Gas) terpilih menjadi salah satu komunitas pelaksana Forestry and Other Land Use - Norway's Cotribution (Folu Net Sinc) periode ke 4 yang didanai oleh Kerajaan Norwegia untuk menggelar sosialisasi dan pelatihan konvervasi di kawasan penyangga lanskap Gunung Sawal.

Sebanyak 100 peserta dari berbagai komunitas peduli sungai, pecinta alam dan lingkungan, Pramuka, Karang Taruna dan Kelompok Tani serta Sekolah Adiwiyata hadir menyimak berbagai materi yang disampaikan sejumlah narasumber di Bukit Baros, Ciomas, Panjalu, Ciamis, Minggu (24/05/2026).

Mewakili Projek Direktur Folu Norway's Cotribution, Dr Mamat Rahmat membuka resmi pelatihan tersebut mengatakan, kegiatan edukasi  konservasi alam merupakan kontribusi positiv dalam memitigasi perubahan iklim saat ini yang berdampak luas terhadap keberadaan hutan dan lahan di sekitar Gunung Sawal.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk Pedal Gas yang tahun ini terpilih menjadi salah satu komunitas pelaksana Folu Net Sinc periode ke 4 yang didanai oleh Kerajaan Norwegia,” katanya.

Menurut Mamat, kondisi Gunung Sawal sebagai sumber air terbesar di Ciamis harus terjaga ekosistemnya untuk mempertahankan debit air disegala cuaca.

“Tidak dipungkiri sekarang kita bisa lihat langsung Gunung Sawal yang hijau dan sangat indah, tapi jika kita telaah bersama memasuki kawasan penyangga tersebut ditemukan lahan gundul, ada tanaman yang tidak sesuai fungsinya dan sejumlah sungai tidak sebening dulu, kondisi inilah yang kita waspadai untuk mengembalikan ekosistem sesuai fungsinya,” katanya.
Ketua Pedal Gas, Noer JM mengucapkan terimakasih kepada para peserta, narasumber dan tamu undangan serta seluruh pendukung sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Dijelaskan, kegiatan pelatiahn dan sosialisasi ini diawali dengan aksi penanaman pohon di sekitar lokasi kegiatan,  sebanyak 170 pohon dengan jenis aren, picung, jengkol, mahoni, manglid, alpuket dan nangka dilanjutkan dengan materi season pertama dengan narasumber dari Cabang Dinas Kehutanan VII Jabar dengan materi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.

Sementara narasumber dari Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jabar membawakan materi tentang pengelolaan sumberdaya air dan persampahan. Di season berikutnya materi Dasar-dasar Konservasi dan keanekaragaman hayati yang disampaikan oleh BKSAD Wil III Jabar dan Pedal Gas, sedangkan unsur BPBD Ciamis dan Jeram Seribu menyampaikan materi tentang kebencanaan.

Materi terakhir hingga menjelang malam hari merupakan praktek lapangan yang dipandu oleh Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu Bogor tentang Navigasi Darat, Analisis Vegetasi dan Survey Habitat.

Noer JM berharap, setelah mendapat ilmu dari kegiatan ini para peserta bisa menjadi motor penggerak di masyarakat untuk bersosialisasi dan beraksi menjaga ekosistem Gunung Sawal dan melestarikan lingkungan sekitar. (EDA)*


Post a Comment

0 Comments