CIAMIS,- Diraihnya
penghargaan tingkat nasional sebagai juara pertama pengelolaan sampah dalam
kategori Menuju Kota/Kabupaten Bersih Tahun 2025 yang diserahlan langsung oleh
Menteri Lingkunagn Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menjadi kebanggaan tersendiri
bagi Bupati Ciamis, Dr H Herdiat Sunarya, sehingga dirinya terus mensosialisasikan
kepada warga bagaimana cara memperlakukan sampah.
“Alhamdulillah,
dua hari lalu saya menerima penghargaan dari Kementerian LH karena Ciamis
dinilai sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan sampah terbaik di
Indonesia. Ini bukan prestasi pemerintah saja, tapi prestasi seluruh masyarakat
Tatar Galuh,” kata Bupati dalam sambutannya saat Tarawih Keliling (Tarling)
Ramadan 1447 Hijriah tingkat kabupaten di wilayah Eks Kewadanan Rancah, di Masjid
Jami Al Huda, Desa Danasari, Kecamatan Cisaga, Jumat (27/02/2026) malam.
Menurut
Bupati, yang paling menyita perhatian adalah apresiasinya terhadap budaya
pengelolaan sampah masyarakat Ciamis.
“Saya
bangga, hari ini di Ciamis ada desa yang mampu membayar PBB warganya dari hasil
pengelolaan sampah. Ini bukti sampah bukan lagi masalah, tapi berkah,”
tegasnya.
Dijelaskan,
keberhasilan tersebut lahir dari kebiasaan masyarakat memilah sampah sejak dari
rumah, memisahkan organik dan anorganik, lalu menyetorkannya ke bank sampah di
desa masing-masing.
“Kalau
dikelola dengan baik, sampah organik bisa jadi pakan ternak dan maggot, yang
anorganik bisa dijual kembali. Semua ada manfaatnya,” katanya.
Bupati
mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya memilah sampah sebagai gerakan
bersama yang berdampak pada lingkungan sekaligus ekonomi warga.
Dalam
kesempatan itu, selain mengupas cara pengelolaan sampah, Bupati juga mengingatkan
pentingnya pengawasan orangtua terhadap anak, karena masih adanya kasus
kekerasan terhadap anak, sehingga perlunya peran seluruh elemen masyarakat
untuk mencegah kejadian serupa.
Selain
itu, Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem
yang berpotensi menimbulkan bencana.
Seperti
sebelumnya di tempat lain, dalam Tarling di eks Kewadanaan Rancah juga diwarnai
penyerahan sejumlah insentif sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada
para tokoh dan elemen masyarakat. Diantaranya Insentif untuk guru Diniyah
Takmiliyah Awaliyah (DTA), guru TPA, imam masjid desa, imam masjid kecamatan,
serta insentif bagi para Ketua RT dan RW.
Diserahkan
juga bantuan Al-Qur’an kepada masjid dan sarana keagamaan di wilayah Eks
Kewadanan Rancah sebagai bagian dari hibah yang diterima Pemkab Ciamis
dari Yayasan Bakri Amanah.
Tarling
di eks Kewadanaan Rancah selain Bupati, hadir juga Sekretaris Daerah, para Staf
Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, kepala desa, serta tokoh agama dan tokoh
masyarakat. (EDA)*




0 Comments