CIAMIS,-
Objek wisata Sungai Cireong di Kecamatan Sindangkasih,mulai menerapkan sistem
digitalisasi dalam pengelolaan layanan wisata bekerja sama dengan Bank Rakyat
Indonesia (BRI). Program tersebut dilakukan untuk mempermudah pelayanan kepada
pengunjung maupun pedagang di kawasan wisata sungai tersebut.
Manajer
Bisnis Mikro BRI Cabang Ciamis, Heru Yudha menjelaskan, sebelumnya pengelolaan
wisata Sungai Cireong masih dilakukan secara manual dan belum menerapkan sistem
digital.
“Setelah
dijelaskan secara rinci, para pengelola akhirnya tertarik menerapkan
digitalisasi karena dinilai mudah dan mampu meningkatkan pelayanan,” jelas
Heru, Senin (11/05/2026).
Dalam
program tersebut, terdapat sejumlah layanan yang diterapkan, di antaranya
digitalisasi tiket, penyediaan asuransi, serta penggunaan QRIS untuk transaksi
non-tunai, baik di pintu masuk tiket ataupun para pedagang yang berada di dalam
wisata.
Menurut
Heru, asuransi yang nantinya akan digunakn di wisata Sungai Cireong adalah
asuransi kecelakaan diri dan asuransi mikro kerusakan tempat usaha.
“Untuk
asuransi pengunjung, biaya perlindungan sudah termasuk dalam tiket masuk
wisata. Pengunjung membayar tiket sebesar Rp5.000,- ternasuk Rp500,- untuk
asuransi. Melalui program tersebut, pengunjung yang mengalami kecelakaan saat
berada di area wisata dapat memperoleh santunan hingga Rp500 ribu,” katanya.
Untuk
proses klaim asuransi juga dinilai mudah karena pengunjung cukup menunjukkan
karcis kepada petugas BRI.
“Selain
pengunjung, BRI juga menyediakan asuransi bagi pedagang di kawasan wisata.
Premi yang dibayarkan sebesar Rp40 ribu per tahun. Asuransi tersebut dapat
digunakan apabila pedagang mengalami kerusakan usaha maupun kebakaran atau
karena becana lainnya,” katanya.
Diakuinya,
pedagang yang berara di Wisata Sungai Cireong yang sudah sepakat menggunakan
Qris, ada 45 pedahang di dalam wisata, dan ada 15 pedagang kaki lima yang ingin
membuat Qris,” katanya. (EDA)*




0 Comments