CIAMIS,- Untuk
kelancaran proses belajar mengajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP),
Kabupaten Ciamis masih kekurangan guru mencapai 1.006 orang, angka tersebut sangat
ideal jika terpenuhi untuk 1.106 rombel yang ada.
Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr Erwan Darmawan mengatakan hal itu setelah
sebelumnya mengakui tenaga pengajar untuk tingkat SD masih kekurangan 2.672
orang untuk mencapai ideal memenuhi kebutuhan 13.833 rombel.
Diakuinya,
untuk 1.106 rombel di SMP saat ini hanya ada 1.254 orang guru terdiri dari 657 Aparatur
Sipil Negara (ASN) dan 597 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Padahal idealnya dari 1.106 rombel itu dibutuhkan 2.260 tenaga pengajar.
Dijelaskan
Erwan, sebagai pelayanan dasar, seorang guru tidak bisa digantikan oleh orang
lain, tidak seperti tenaga administrasi yang bisa ditangani oleh siapa pun untuk
menjadi tenaga admisitrasi pengganti.
“Uniknya
untuk Kabupaten Ciamis justru guru Bahasa Inggris di SMP terdata berlebih, sementara
diluar guru Bahasa Inggris semua SMP yang ada kekurangan,” katanya Rabu
(01/04/2026).
Sama
seperti kebutuhan guru di tingkat SD, jumlah guru akan terus berkurang karena
bisa dipastikan setiap bulannya selalu ada yang memasuki masa pensiun.
Menyikapi
hal itu, Kadisdik berharap kegiatan belajar megajar di SMP sebagai pelayanan
dasar terus berjalan seperti biasa dan mengimbau kepada guru yang berstatus P3K
agar tetap tenang tidak terpengaruh dengan isu pemutusan kontrak.
“Setelah
ada kebijakan Bupati Ciamis tidak akan memutus kontrak P3K, saya sangat
apresiasi dan mendukung, sehingga bisa dipastikan tidak ada guru bertatus P3K
akan diputus kontrak,” tegasnya. (EDA)*



0 Comments