CIAMIS,- Kondisi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ciamis saat ini tengah mengalami
defisit cukup besar, mencapai Rp150 miliar. Angka tersebut tergolong tinggi
untuk ukuran daerah seperti Ciamis, terlebih dengan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) yang masih terbatas.
Namun
demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi seluruh pegawai
untuk menurunkan kinerja, justru mengajak seluruh ASN untuk tetap solid,
kompak, dan semakin bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita
harus tunjukkan meski dengan segala keterbatasan, kita memiliki semangat
kebersamaan yang luar biasa. Kita harus bekerja keras dan berupaya lebih
mandiri, tanpa membebani masyarakat,” tegas Bupati Ciamis, Dr H Herdiat Sunarya
saat memimpin apel perdaba pasca libur panjang Idul Fitri 1447 H/2026 di Halaman
Pendopo Bupati, Rabu (25/03/2026).
Bupati
mengimbau seluruh jajaran untuk menggali dan mengoptimalkan potensi daerah guna
meningkatkan pendapatan. Dipastikan selama
masa kepemimpinannya, tidak akan ada kebijakan menaikan pajak yang memberatkan
masyarakat, terutama mengingat dampak pandemi COVID-19 yang masih dirasakan
hingga beberapa tahun terakhir.
Menurutnya,
periode 2019 hingga 2024 merupakan masa pemulihan pasca pandemi, banyak
masyarakat khususnya pelaku usaha, mengalami kesulitan ekonomi. Sementara
periode 2025 hingga 2030 dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
“Jangan
sampai kita menyerah atau melempem karena APBD kecil. Ini bukan hanya terjadi
di Ciamis, tetapi hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” katanya.
Dalam
kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai
ASN, termasuk dalam menjaga rahasia jabatan dan negara. Ia berharap agar para
pegawai tidak sembarangan berbicara di ruang publik.
Selain
itu, disiplin kerja dan orientasi pelayanan kepada masyarakat menjadi hal utama
yang harus terus ditingkatkan, tujuan utama ASN adalah melayani masyarakat
dengan sebaik-baiknya. (EDA)*





0 Comments