CAMIS,- Buntut
tersebarnya roti kadaluarsa dalam kemasan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur
Pawindan Ciamis, sejumlah orangtua murid SMPN 2 Ciamis meminta kepada pihak
sekolah untuk memutus MoU pengiriman MBG dari dapur tersebut dan pindah ke
dapur lain.
Perwakilan
dari Komite SMPN2 Ciamis, Kidik membenarkan hal itu, menurutnya sejumlah
orangtua siswa mengeluh dan merasa kecewa dengan pengiriman MBG (keringan) yang
di dalamnya terdapat roti kadaluarsa, Kamis (08/01/2026), sementara dalam
kemasan roti kadaluarnya jelas tertera 010126.
“Roti
yang dikirim ke SMPN 2 ternyata sudah delapan hari kadaluarsa, tertera jelas
tanggal kadalarsanya 010126, untung belum sempat dikonsumsi dan ada isntruksi
dari SPPG bersangkutan agar dikumpulkan untuk dikembalikan,” katanya.
Menurut
Kidik, permohonan sejumlah orangtua untuk pindah dapur MBG memang sudah
beredar, namun secara resmi pihak komite belum menerima permohonan tersebut,
sehingga akan dibawa ke rapat/musyawarah internal komite dan berkoordinasi
dengan pihak sekolah.
“Sebagai
komite kami akan berusaha menjembatani masalah ini, tapi belum sampai resmi ke
meja komite dan perlu dikoordinasikan dengan sekolah dan dapurnya juga,”
katanya.
Ditegaskan
Kidik, untuk merubah MoU harus jelas dulu permasalahannya, benar ada kelalaian
yang dilakukan dapur MBG terkait roti kadaluarsa tapi perlu koordinasi dulu,
meskipun sebelumnya dari dapur yang sama pernah juga mengecewakan anak didik
karena daging ayam basi, namun Alhamdulillah tidak menimbulkan keracunan dan
bisa ditangani karena dapur cepat menarik MBG untuk diganti.
“Kami
dan pihak sekolah akan berkoordinasi dengan SPPG Pawindan dan meminta
kejelasan,” tegasnya.
Sementara
Kepala SPPG Pawindan, didampingi asisten lapangan (aslap), Doni mengakui, terkait
roti kadaluarsa memang merupakan kelalaian pihaknya yang tidak melakukan
pemeriksaan sebelum disebarkan.
“Memang
itu kesalahan kami, tapi kami juga berargumen kenapa bisa salah? karena saat
itu ada dua merk roti, Akoa dan Nomi Oishi. Yang kami periksa merek pertama
dengan jumlah ribuan pcs namun kami kekurangan dan mendapatkan roti tambahan bermerk
Nomi Oishi yang jumlahnya hanya 320 pcs justru lolos tidak terperiksa,”
jelasnya, Senin (12/01/2026).
Setelah
menyadari adanya roti yang kadaluarsa, pihak SPPG pun bergerak cepat untuk
menarik roti kadaluarsa sebanyak 320 pcs. Sedangkan roti yang terikirim ke SMPN
2 Ciamis hanya 72 pcs yang lainnya tersebar namun sudah ditarik semua.
Menurut
Doni, pihaknya pun melayangkan komplain ke pihak pemasok (suplayer) dan
mempertanyakan kenapa roti yang sudah kadaluarsa per 1 Januari 2026 dikirim
padahal pembeliannya per tanggal 6 Januari 2026.
Sementara
menanggapi permohonan orangtua murid SMPN 2 Ciamis menjelaskan, pihaknya sudah
berkomunikasi dengan Komite dan Kepala Sekolah yang mempertanyakan duduk persoalan
dan kronologis kenapa dapur bisa mengirim roti kadaluarsa, setelah dijelaskan
dengan detil, pihak komite atau pun kepala sekolah memahami dan menyatakan
tidak ada permasalahan.
“Pihak
komite dan kepala sekolahnya sudah berkoordinasi dengan kami, dan mereka
memahami persoalannya, jadi sudah tidak ada masalah,” tegasnya.
Bahkan
diakuinya, pihak pemasok sudah datang ke dapur SPPG dan meminta maaf atas
kejadian tersebut mengakui kelalaiannya, sementara roti pengganti pun sudah
disebar.
Menanggapi
hal itu, anggota Komisi D DPRD Ciamis, Nur Mutaqin menjelaskan, masalah pindah
dapur itu adalah hak penerima manfaat dan kejadian di SMPN 2 Ciamis itu wajar
karena ada kekhawatiran para orangtua murid terhadap anak-anaknya.
“Kejadian
sekecil apa pun akan kami laporkan ke BGN, sampai hari ini tinggal 20% lagi
monitoring kami ke dapur-dapur selesai,” tegasnya. (EDA)*




0 Comments