ciamiszone.id :
CIAMIS,- Menjawab tantangan mahalnya investasi infrastruktur modern bagi sekolah kejuruan, Naratas Group menghadirkan solusi nyata di Kabupaten Ciamis. Kandang closed house layer tahap 2 milik perusahaan (Pasini Naratas Farm) kini resmi bertransformasi menjadi laboratorium vokasi berskala nasional, yang mewadahi praktik langsung bagi siswa SMK perunggasan, mahasiswa, serta sarana pelatihan bagi para guru dari seluruh Indonesia.
Dipilihnya fasilitas megah ini sebagai pusat edukasi Teaching Factory (TEFA) bukanlah tanpa alasan. Komisaris Pasini Naratas Farm, Hary Adam, S.E., memaparkan bahwa pihaknya senantiasa adaptif dan terbuka terhadap inovasi, sehingga sangat relevan dengan kebutuhan kurikulum pendidikan saat ini.
"Alhamdulillah kita dipilih menjadi salah satu laboratorium vokasi karena Naratas Group ini komit dengan teknologi terbaru. Jadi, setiap ada teknologi baru, kebetulan kita ada pengembangan, kita pasti menggunakan," jelas Hary Adam, Rabu (07/10/2026).
Langkah perusahaan di bawah pimpinan H. Ajat Darajat ini menuai apresiasi dari kalangan praktisi pendidikan. Asesor DUDIKA bidang perunggasan, Kuswara Suwarman, menilai bahwa ketersediaan fasilitas ini memecahkan kebuntuan lembaga pendidikan menengah yang kerap kesulitan membangun fasilitas setara industri karena keterbatasan biaya.
“Ini merupakan bukti keterlibatan pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan dan SDM. Dunia industri tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi generasi muda,” tegas Kuswara.
Di laboratorium industri ini, para peserta didik tidak hanya belajar dari buku teks. Mereka terjun langsung mempelajari biosekuriti, manajemen pakan, hingga tata kelola rekayasa suhu di dalam kandang tertutup. Fasilitas ini bahkan telah dipercaya oleh BBPPMPVP Kemendikdasmen RI sebagai lokasi program Up-Skilling dan Re-Skilling untuk memperbarui kompetensi para guru SMK perunggasan tingkat nasional.
Hebatnya, optimalisasi fungsi pendidikan ini sama sekali tidak mengganggu ritme produksi komersial perusahaan. Berkapasitas 43.200 ekor ayam per kandang, Naratas Farm sanggup memanen hingga 2,5 ton telur setiap harinya. Fasilitas yang telah tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Level 1 ini menjadi ujung tombak ketahanan pangan lokal di Ciamis.
Selain mencetak lulusan yang siap kerja, kehadiran sistem closed house ini juga membawa pesan lingkungan yang kuat. Naratas Group ingin mencontohkan kepada masyarakat luas bahwa industri budidaya unggas dapat dikelola secara higienis, modern, dan bebas polusi, sehingga tetap selaras dengan identitas Ciamis sebagai kota yang bersih dan tertata.(Eda)*





0 Comments