PSGC Akan Beri Kejutan Bagi Tim BRI Liga 1 di League Cup



ciamiszone.id : 

CIAMIS,- Tergabung dengan dua tim Liga 1 (Garudayaksa dan PSS Sleman) di League Cup 2026 tidak membuat nyali skuad PSGC Ciamis down. Dengan menghadapi dua tim tangguh dari kasta Liga 1, jajaran pelatih Laskar Galuh justru menegaskan kesiapannya untuk tampil lepas dan menciptakan kejutan di lapangan hijau.

Eka Ramdani, Asisten pelatih PSGC melihat sisi positif bagi perkembangan skuad, terutama para penggawa muda dan memberikan kesempatan bermain kepada pemain yang kurang mendapat menit bermain.

"Adanya I-League Cup ini kan bagus untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang mungkin di liga tidak dapat menit bermain, di I-League Cup juga mereka bisa mendapatkan menit bermain," ujarnya.

Terkait perbedaan kasta dengan calon lawan, tim pelatih menilai persaingan di lapangan akan tetap berimbang berkat adanya regulasi kompetisi. Aturan I-League Cup membatasi tim Liga 1 hanya boleh menurunkan maksimal tiga pemain asing, setara dengan aturan di Liga 2.



"Saya pikir dengan regulasi seperti itu jadi gak terlalu jomplang terkait dengan kualitas tim, jadi tim Liga 2 dan Liga 1 bisa lebih kompetitif lah," tambahnya.

Mengarungi dua kompetisi sekaligus yang akan mulai bergulir pada bulan November dipastikan membuat jadwal pertandingan Laskar Galuh cukup padat. Meski demikian, jajaran kepelatihan yang diisi oleh Herkis dan Coach Eka merasa sangat optimistis. Kedalaman skuad yang saat ini diisi oleh 33 pemain, termasuk tiga kiper, dinilai sudah sangat memadai untuk penerapan rotasi pemain.

Menariknya, laga di Grup F ini juga akan menjadi momen spesial sekaligus ajang reuni bagi pelatih yang sebelumnya memiliki pengalaman menukangi Garuda Yaksa di Liga 2. Walau begitu, ia menyadari bahwa komposisi mantan timnya tersebut sudah dirombak besar-besaran hingga 70-80 persen demi bersaing di kasta tertinggi, sehingga pertandingan nanti akan terasa seperti melawan tim yang sama sekali baru.

"Kalau saya lebih ke nothing to lose ya, artinya secara kualitas di atas kertas kan tentunya tim-tim Liga 1 lebih diunggulkan, tapi kan di sepak bola ini banyak kejutan. Nah, bagaimana bisa menciptakan kejutan-kejutan itu," tegas Eka dengan penuh keyakinan.

Saat ini, fokus utama manajemen dan pelatih memang bertumpu pada pembinaan atlet-atlet muda asli daerah. Kehadiran I-League Cup sangat disyukuri karena memberikan panggung tambahan bagi para pilar muda PSGC untuk terus mengasah kemampuan teknis sekaligus mematangkan mental bertanding mereka di level kompetisi profesional.

Eka juga menyampaikan pesan khusus kepada kelompok suporter setia PSGC agar terus memberikan dukungan konstruktif dan benar-benar hadir sebagai pemain ke-12. 

"Intinya mungkin tetap di-support secara positif, terus juga karena banyak para pemain muda di sini, jadi saya pikir jangan disamakan tuntutannya. Saya berharap bisa membantu pemain-pemain muda ini juga berkembang, jangan sampai mereka merasa tertekan," pungkasnya.(Eda)*

Post a Comment

0 Comments