CIAMIS,- Permainan gapleh yang sudah terbiasa digelar di pelosok kampung, terutama di pos-pos
ronda atau siskamling sebagai permainan menunggu waktu senggang, kini naik kelas
masuk ke salah satu cabang olahraga (Cabor) di bawah naungan Kominta Olahraga Nasional
Indonesia (KONI) dengan nama Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO).
Hal itu diungkapkan pengurus KONI Provinsi Jawa
Barat, H Yasmin Sambas baru-baru ini yang mangakui, pihaknya sudah melaunchingkan
Federasi Orado sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI Provinsi Jawa
Barat, terhitung Minggu (30/8/2026) di Gedung
Yayasan Pasundan Bandung.
Pengakuan tersebut menandai perubahan cara
pandang terhadap permainan yang selama puluhan tahun hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, permainan ini menuntut kemampuan
menyusun strategi, membaca peluang, mengingat kartu yang telah keluar,
mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan dalam hitungan detik disamping
perhitungan nilai.
Keterampilan-keterampilan itulah yang menjadi
dasar mengapa domino layak diposisikan sebagai olahraga berbasis kemampuan
berpikir atau mind sport.
Menurutunya,
setelah tingkat provinsi terbentuk, perhatian kini diarahkan kepada pembentukan
kepengurusan di setiap kabupaten dan kota.
“Kami sedang melakukan sosialisasi pembentukan pengurus di
tingkat kabupaten, salah satunya di Ciamis. Kami berharap kepengurusan Orado
Kabupaten Ciamis segera terbentuk,” tegasnya.
Diakuinya,
domino yang dipertandingkan sebagai cabang olahraga
memiliki regulasi, sistem pertandingan, dan standar penilaian yang berbeda
dengan permainan gapleh yang selama
ini dimainkan masyarakat secara bebas.
Karena itu, setelah kepengurusan terbentuk, langkah berikutnya
adalah membangun klub-klub Orado sebagai wadah pembinaan atlet. Dari klub-klub
inilah diharapkan lahir pemain-pemain yang mampu bersaing di level provinsi
hingga nasional.
“Pada ajang Porprov dan PON nanti, cabang olahraga domino ini akan
dipertandingkan sebagai nomor ekshibisi,” katanya.
Masuknya domino ke dalam keluarga besar olahraga Indonesia juga membawa pesan yang lebih luas. Bahwa olahraga tidak selalu identik dengan kekuatan fisik. Ada cabang-cabang yang mengandalkan kecerdasan, konsentrasi, disiplin, dan kemampuan berpikir strategis. Sama seperti catur atau bridge, domino kini memperoleh pengakuan sebagai arena adu kecerdasan.
Bagi masyarakat Ciamis, momentum ini membuka peluang baru. Permainan yang selama ini akrab di lingkungan warga dapat menjadi jalan menuju prestasi.
Jika
dikelola dengan pembinaan yang baik, bukan tidak mungkin pemain-pemain domino
dari Ciamis kelak mengharumkan nama daerah di tingkat Jawa Barat bahkan
nasional.
Transformasi domino dari permainan rakyat menjadi olahraga
prestasi menunjukkan potensi besar sering kali lahir dari tradisi yang
sederhana. Di atas meja kayu yang dulu hanya menjadi tempat bercengkerama, kini
terbuka peluang untuk melahirkan atlet-atlet baru yang membawa nama daerah
menuju panggung kompetisi (EDA)**



0 Comments