CIAMIS,- Perum
Bulog Kantor Cabang Ciamis menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab
terhadap kualitas dan kuantitas beras bantuan pangan (banpang) yang diterima
masyarakat, Bahkan pihaknya menjamin beras yang diasalurkan berkualitas medium berasal
dari cadangan beras pemerintan (CBP) yang sudah ditetapkan.
Pemimpin
Kantor Cabang Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi mengatakan, masyarakat tidak
usah khawatir, Bulog masih bertanggung jawab jika ada hal yang tidak sesuai
dengan harapan masyarakat.
“Masyarakat
penerima manfaat jangan ragu menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan
pada beras bantuan pangan yang diterima tidak sesuai harapan,” katanya, Jumat
(04/09/2026).
Menurutnya,
masyarakat penerima manfaat dapat melaporkan temuan tersebut kepada koordinator
di tingkat kecamatan maupun koordinator area Bulog.
“Kalau
ada masyarakat melihat misalkan kualitas berasnya tidak layak atau timbangannya
kurang, bisa lapor ke koordinator kecamatannya. Atau bisa juga langsung ke
koordinator area Bulog, kami siap mengganti,” tegasnya.
Setelah
menerima laporan, Bulog akan segera melakukan pengecekan dan mengambil tindakan
di lapangan.
“Biar
kita langsung action hari itu juga, langsung bisa kita ganti,” tegasnya.
Diakuinya,
beras bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat sebelumnya telah melalui
proses pemeriksaan kualitas dan kuantitas. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan
dengan melibatkan pihak-pihak terkait untuk memastikan beras yang disalurkan
memenuhi ketentuan.
“Sebelumnya
kita sudah melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas. Pemeriksaan juga
dilakukan bersama pihak-pihak terkait,” katanya.
Bantuan
pangan tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan jenis beras
medium.
“Jenis
beras yang disalurkan itu beras medium, dari Cadangan Beras Pemerintah dengan
kualitas medium. Jadi medium, bukan premium,” katanya.
Menurut Johan, penggantian dapat dilakukan apabila beras yang diterima masyarakat mengalami persoalan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Diantaranya
berat beras kurang dari ketentuan 10 kilogram, kemasan mengalami kerusakan,
maupun beras yang dinilai tidak layak oleh penerima manfaat.
“Walaupun
nanti di lapangan ada yang kualitasnya kurang layak atau timbangannya kurang,
nanti langsung kita ganti. Treatment kita seperti itu, seperti biasanya,” kata
Johan.
Ia
memastikan masyarakat tidak perlu khawatir apabila menemukan beras bantuan
pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Dijelaskan,
program bantuan pangan saat ini tengah berlangsung secara masif di wilayah
Priangan Timur mencakup enam wilayah, yaitu Kabupaten Ciamis, Kabupaten
Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, hingga
Kabupaten Garut.
“Alhamdulillah
bantuan pangan di Priangan Timur sedang proses berjalan. Secara masif kita
sedang menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat Priangan Timur,” katana
seraya mengakui, hingga saat ini realisasi penyaluran telah mencapai sekitar
20,93 persen.
Diakuinya,
jumlah penerima bantuan pangan di wilayah Priangan Timur juga menjadi salah
satu yang terbesar secara nasional.
“Jumlah
PBP kita paling banyak di Indonesia, sekitar satu juta lebih, dengan total
kuantum beras sekitar 34.000-an ton,” katanya.
Untuk
bantuan pangan kali ini, beras untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026
disalurkan sekaligus, dengan demikian, setiap penerima manfaat memperoleh total
30 kilogram beras untuk tiga bulan.
Pihaknya
berharap penyaluran kali ini dapat berjalan optimal seperti program-program
bantuan sebelumnya. Ingin seluruh bantuan diterima masyarakat sesuai ketentuan,
baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
“Kami
berharap, bantuan kali ini juga seperti bantuan-bantuan sebelumnya. penyaluran
bisa 100 persen ke penerima dan masyarakat menerimanya dengan kualitas dan
kuantitas beras yang layak sesuai harapkan masyarakat,” katanya. (EDA)*




0 Comments