22 Pustu Ciamis Tak Layak, Herdiat Dorong Perbaikan dan Perkuat Layanan Kesehatan


ciamiszone.id : 

CIAMIS,- Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong percepatan pembenahan fasilitas pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Dari 84 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di Kabupaten Ciamis, sebanyak 22 di antaranya disebut sudah tidak layak digunakan untuk memberikan pelayanan secara optimal.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, kondisi sejumlah Pustu cukup memprihatinkan. Kerusakan terjadi pada sejumlah bagian bangunan, mulai dari atap yang jebol hingga dinding yang sudah keropos.

"Di Ciamis ada 84 Puskesmas pembantu dan 22 di antaranya sudah tidak layak pakai. Ada yang atapnya sudah jebol, ada dindingnya juga sudah keropos," ujar Herdiat dalam kegiatan Monitoring Tracking Tuberkulosis (TB) Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Setda Ciamis, Senin (21/9/2026).

Selain Pustu, kondisi sejumlah Puskesmas juga membutuhkan perhatian. Saat ini terdapat 37 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Ciamis.

Herdiat mengatakan Pemkab Ciamis sejak 2025 telah mengajukan rehabilitasi maupun perbaikan terhadap tujuh Puskesmas. Pemerintah daerah berharap perbaikan tersebut dapat segera direalisasikan, dengan informasi pelaksanaan pada 2027.

"Sejak tahun 2025 yang lalu kami mengajukan permohonan, baik peremajaan maupun perbaikan-perbaikan kecil. Ada tujuh Puskesmas yang kami ajukan," katanya.

Kebutuhan pembenahan fasilitas kesehatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Ciamis. Herdiat menyebut PAD Ciamis saat ini hanya sekitar Rp376 miliar, sementara APBD turun dari sekitar Rp3,1 triliun pada 2019 menjadi sekitar Rp2,3 triliun saat ini.

Menurut Herdiat, kondisi tersebut membuat ruang fiskal pemerintah daerah semakin terbatas. Tahun ini, pemerintah daerah juga menghadapi efisiensi anggaran sekitar Rp174 miliar. Sementara bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut belum diterima Ciamis.

Di sisi lain, pemerintah pusat juga mendorong penguatan fasilitas kesehatan untuk mendukung pelayanan dasar dan penanganan TB. Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan Ciamis akan mendapatkan tambahan tiga unit X-Ray untuk memperkuat pemeriksaan TB.

Pemerintah juga menyiapkan penguatan sarana diagnostik sehingga fasilitas kesehatan dapat melakukan penemuan kasus, pemeriksaan, pengobatan, hingga pencegahan penularan secara lebih optimal.

Penguatan layanan tersebut menjadi penting karena Ciamis tengah memperluas penelusuran TB melalui program CKG. Dari penelusuran kontak erat, petugas menemukan 21 kasus TB dan memberikan terapi pencegahan kepada warga yang memenuhi kriteria.

Herdiat menilai penanganan TB tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Karena itu, Pemkab Ciamis bersama masyarakat mendeklarasikan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis sebagai bentuk komitmen memperkuat pencegahan dan penanganan TB sampai tingkat paling bawah.

Ia mengaku kondisi fiskal daerah sempat membuatnya khawatir. Namun, semangat gotong royong masyarakat Ciamis menjadi kekuatan untuk tetap menjalankan berbagai program pelayanan publik.

"Saya bangga jadi orang Ciamis. Orang Ciamis mempunyai peran serta gotong royong yang sangat luar biasa," katanya.

Herdiat mengatakan pemerintah daerah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

"Di tengah-tengah kesulitan APBD, saya sendiri setengah frustrasi melihat kondisi keuangan seperti itu. Tapi terus terang, saya malu sama masyarakat," ujarnya.

Perbaikan Pustu dan Puskesmas, dukungan pemerintah pusat, penguatan CKG, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya Ciamis menjaga akses pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penanggulangan TB.(Eda)*

Post a Comment

0 Comments