Olahraga Tradisional di Alun Alun, Warga Antusias Jajal Egrang Hingga Sumpitan


ciamiszone.id : 

CIAMIS,- Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Ciamis tidak hanya diisi dengan senam massal, tetapi juga menjadi ajang pengenalan kembali olahraga tradisional. Antusiasme warga terlihat luar biasa saat mencoba berbagai permainan warisan budaya.

Kadisbudpora Ciamis, Dr Dian Budiyana mengatakan, sengaja pihaknya mengkolaborasikan Gerakan Masyarakat Aktif Berolahraga (Gemar) dengan olahraga tradisional agar generasi muda tidak lupa akan akar budaya.

"Kita alhamdulillah dibarengi dengan pengenalan olahraga tradisional, ada gobak sodor, kemudian juga ada egrang, ada juga sumpitan, kemudian ada bakiak, dan juga pickleball," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran olahraga tradisional menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak hingga lansia tampak berbaur mencoba satu per satu permainan yang kini sudah jarang ditemui di lingkungan sehari-hari.

Tidak hanya olahraga tradisional seperti itu, ada juga permainan permainan jaman dulu yang dimainkan oleh anak anak SD hingga SMP.

"Ada juga permainan bola bekel, ada lompat karet ada permainan balok dan masih banyak permainan lainnya," kata Dian.

"Kita lihat juga yang senam kalau sudah panas bagaimana masih tetap berkerumun, ini menandakan bagaimana luar biasanya animo masyarakat, tidak hanya melaksanakan senam," tambahnya.

Pemerintah pusat melalui Kemenpora RI pun memberikan apresiasi. Ciamis terpilih menjadi salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat yang dimonitor sebagai pilot project pengembangan olahraga masyarakat karena dinilai konsekuen mengaktifkan warganya.

"Ini menandakan bahwa Kabupaten Ciamis dinilai oleh pemerintah pusat salah satu kabupaten kota khususnya di Jawa Barat yang konsekuen bagaimana mengaktifkan masyarakatnya untuk berolahraga," ungkapnya.

Suasana semakin hidup karena kegiatan ini diikuti semua kalangan, mulai dari anak TK, SD, hingga lansia, termasuk atlet disabilitas dari NPCI Ciamis yang turut serta memeriahkan acara di kawasan BMX tersebut.

Ke depan, Disbudpora berencana membawa konsep serupa hingga ke tingkat kecamatan agar olahraga tradisional terus tumbuh dan indeks partisipasi masyarakat dapat terukur.

"Sehingga nanti akan berkoordinasi, ini juga penting untuk bisa mengukur bagaimana partisipasi masyarakat dalam keolahragaan. Ini juga ada indek yang mengukurnya. Mudah-mudahan ini menjadi cikal bakal pelaksanaan seperti ini di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis," pungkasnya.(Eda)*

Post a Comment

0 Comments