CIAMIS,- Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya mengingatkan
pentingnya menjaga sejarah dan kebudayaan Tatar Galuh agar tidak berhenti
sebagai cerita masa lalu. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para leluhur
harus terus hidup dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi masa kini.
Hal tersebut disampaikan Herdiat saat menghadiri prosesi
pengistrenan Raden Rafiq Hakim Radinal sebagai Wawakil Kerajaan Galuh di
Keraton Selagangga Ciamis, Sabtu (8/8/2026).
Prosesi adat yang mengusung tema “Galuh Galeuhna Galih”
tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan masyarakat
terhadap akar sejarah dan kebudayaan Tatar Galuh.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis dan segenap
masyarakat, saya menyampaikan selamat kepada Bapak Raden Rafiq Hakim Radinal
yang pada hari ini diistrenan dan mengemban amanah sebagai Wawakil Kerajaan
Galuh,” ujar Herdiat.
Menurut Herdiat, pengistrenan bukan sekadar seremoni adat,
tetapi memiliki makna yang lebih luas dalam upaya menjaga keberlangsungan
kebudayaan dan peradaban di Tatar Galuh.
“Pengistrenan yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar
seremoni adat, melainkan sebuah momentum penting dalam upaya kita bersama untuk
terus memajukan kebudayaan dan peradaban di Tatar Galuh,” katanya.
Sejarah Harus Menjadi Sumber Inspirasi
Herdiat menilai perjalanan Kerajaan Galuh telah meninggalkan
berbagai nilai yang masih relevan untuk kehidupan masyarakat saat ini. Di
antaranya kearifan lokal, semangat gotong royong, penghormatan terhadap alam,
serta sikap menjunjung tinggi kebersamaan.
Karena itu, sejarah Galuh tidak seharusnya hanya dikenang
sebagai kisah masa lampau. Nilai yang terkandung di dalamnya harus dipahami dan
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk
mengenal lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Galuh. Bukan hanya sebagai
pengetahuan masa lalu, tetapi sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan dalam
membangun masa depan,” ujarnya.
Herdiat berharap generasi muda Ciamis tidak hanya mengenal
Galuh dari nama, cerita, maupun peninggalan sejarah. Lebih dari itu, mereka
diharapkan mampu memahami nilai-nilai yang diwariskan para karuhun dan
menjadikannya bagian dari karakter dalam kehidupan.
Situs Sejarah Jadi Pengingat Identitas Galuh
Menurut Herdiat, jejak peradaban Galuh masih dapat ditemukan
di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis. Sejumlah situs seperti Karangkamulyan,
Astana Gede Kawali, Boros Ngora Panjalu, hingga Jambansari menjadi bagian dari
warisan sejarah Tatar Galuh.
“Jejak peradaban Kerajaan Galuh dapat kita telusuri melalui
berbagai situs sejarah yang tersebar dan tercatat di Kabupaten Ciamis.
Situs-situs tersebut merupakan saksi sekaligus sumber pengetahuan yang tak
ternilai harganya,” tuturnya.
Ia menegaskan, situs-situs tersebut tidak hanya memiliki
nilai sebagai peninggalan fisik, tetapi juga menyimpan pengetahuan mengenai
kehidupan para leluhur dalam membangun masyarakat yang menjunjung kebersamaan,
kearifan, serta penghormatan terhadap alam dan sesama.
Pelestarian Budaya Butuh Kolaborasi
Herdiat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus
mendorong pelestarian dan pemajuan kebudayaan sebagai bagian penting dari
pembangunan daerah.
Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah
seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, keraton, budayawan,
seniman, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
Herdiat pun memberikan apresiasi kepada Forum Silaturahmi
Keraton Nusantara (FSKN), para Dewan Keraton, Dewan Pakar dan Pengurus Pusat
FSKN, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, serta para seniman dan budayawan Tatar
Galuh yang turut mendukung pelaksanaan prosesi tersebut.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang
telah bahu-membahu dan bersinergi sehingga acara pengistrenan ini dapat
terselenggara dengan baik,” kata Herdiat.
Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga
pelestarian sejarah dan budaya tidak berhenti pada kegiatan adat atau seremoni
semata, tetapi menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
Raden Rafiq Diharapkan Jadi Penggerak
Kepada Raden Rafiq Hakim Radinal, Herdiat berpesan agar
amanah sebagai Wawakil Kerajaan Galuh dijalankan dengan penuh tanggung jawab
dan keteladanan.
Menurutnya, posisi tersebut memiliki tanggung jawab moral
untuk ikut menjaga keberlangsungan sejarah dan nilai-nilai budaya Galuh
sekaligus menjembatani warisan masa lalu dengan perkembangan zaman.
“Semoga amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan penuh
tanggung jawab dan keteladanan sehingga mampu menjadi penggerak dalam
pelestarian budaya sekaligus menjadi jembatan penghubung antara nilai-nilai
luhur masa lalu dengan semangat kemajuan di masa kini dan masa yang akan
datang,” ujar Herdiat.
Tema “Galuh Galeuhna Galih” pun menjadi pengingat bahwa
warisan Galuh tidak cukup hanya disimpan sebagai kenangan. Nilai-nilai yang
diwariskan para karuhun harus terus dirawat, dipahami, dan diwariskan kepada
generasi berikutnya.
Dengan demikian, sejarah Galuh tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai identitas, karakter, dan inspirasi bagi masa depan Ciamis. (Eda)*



0 Comments