Baznas Resmikan Kampung Zakat Desa Bangunharja Jadi Kampung Zakat ke-14

ciamiszone.id : 

CIAMIS,- Kampung zakat ke-14 diresmikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Ciamis. Kali ini giliran Desa Bangunharja, Cisaga Ciamis, Kamis (13/8/2026) dengan Mengusung tema “Gerbang Surga”

Kehadiran Kampung Zakat tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Pengelolaan zakat dituntut mampu membangun kesadaran masyarakat sekaligus mengubah dana zakat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak nyata.

Kepala Desa Bangunharja Carikin mengatakan potensi zakat di tingkat desa harus dikelola secara terarah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin Kampung Zakat ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat, bukan hanya sekadar simbol atau kegiatan seremonial. Potensi zakat harus dikelola dengan baik dan diarahkan kepada kebutuhan masyarakat, terutama pendidikan dan kesehatan,” ujar Carikin.

Menurutnya, UPZ Desa Bangunharja telah menyiapkan sejumlah program. Di bidang pendidikan, pengelola zakat berencana memberikan beasiswa bagi mahasiswa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Carikin juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Menurutnya, keberhasilan Kampung Zakat sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, transparansi pengelolaan serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Ciamis Lili Miftah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bangunharja dan para relawan yang telah mengambil langkah membangun Kampung Zakat.

Sementara itu, Bupati Ciamis melalui Asda III Wawan Ruhyat menilai zakat memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Karena itu, potensi zakat dinilai perlu dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Zakat jangan hanya dipandang sebagai bantuan konsumtif. Ke depan, zakat harus mampu menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan,” ujar Wawan Ruhyat.

Pemkab Ciamis mendorong pengembangan Kampung Zakat hingga dapat menjangkau seluruh desa. Sinergi antara BAZNAS, Kemenag, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan efektif.

Tantangan terbesar kini berada pada tahap implementasi. Kampung Zakat Bangunharja harus membuktikan bahwa zakat mampu dikelola secara transparan, tepat sasaran dan terukur. Lebih jauh, program ini diharapkan tidak sekadar membantu warga yang membutuhkan, tetapi juga mendorong penerima manfaat menjadi lebih mandiri.

Dengan demikian, “Gerbang Surga” tidak berhenti sebagai slogan. Ukuran keberhasilannya harus terlihat dari perubahan nyata: semakin kuatnya kesadaran berzakat, semakin tepatnya distribusi bantuan, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat Desa Bangunharja. (Eda)*

Post a Comment

0 Comments