CIAMIS,-
Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Ciamis kembali menyalurkan
uang kadeudeuh kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memasuki masa
purna bhakti. Pada kesempatan yang sama, KORPRI juga memberikan santunan kepada
keluarga ASN yang meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian terhadap anggotanya
di Islamic Center, Senin (29/06/2026).
Untuk
periode November 2025 hingga Mei 2026, sebanyak 337 ASN yang memasuki masa
pensiun menerima uang kadeudeuh masing-masing sebesar Rp2,5 juta. Sementara santunan
duka senilai Rp1 juta diserahkan kepada 22 keluarga ASN, termasuk keluarga
pasangan ASN yang telah meninggal dunia.
Ketua
KORPRI Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan menjelaskan, nilai bantuan tersebut
tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Perbedaan hanya terletak pada
jumlah penerima yang disesuaikan dengan banyaknya ASN yang memasuki masa
pensiun maupun yang meninggal dunia pada setiap periode.
"Besaran
bantuannya tetap. Untuk ASN purna bhakti Rp2,5 juta, sedangkan santunan duka
Rp1 juta. Yang berubah hanya jumlah penerimanya sesuai kondisi setiap
periode," katanya.
Menurutnya,
seluruh pembiayaan program tersebut bersumber dari iuran anggota KORPRI yang telah
disepakati dalam Musyawarah KORPRI tahun 2013 sebagai bentuk gotong royong dan
kepedulian antaranggota.
Dana
yang dihimpun dari anggota tidak hanya digunakan untuk uang kadeudeuh dan
santunan duka, tetapi juga mendukung berbagai program kesejahteraan lainnya,
seperti bantuan pendidikan hingga program fasilitasi ibadah umrah dengan sistem
cicilan tanpa bunga.
"Prinsipnya
dari anggota kembali lagi untuk anggota. Iuran yang terkumpul dimanfaatkan
untuk berbagai program yang memberi manfaat langsung kepada para anggota
KORPRI," katanya.
Meski
pencairan uang kadeudeuh dapat diwakilkan karena mempertimbangkan kondisi
kesehatan maupun usia para pensiunan, KORPRI tetap menggelar penyerahan secara
langsung. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk
penghormatan kepada ASN yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.
"Acara
seperti ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga sebagai penghargaan
atas dedikasi dan pengorbanan mereka selama mengabdi sebagai ASN," jelas
Erwan.
Diakui
Erwan, Bupati Ciamis, DR H Herdiat Sunarya berpesan agar para pensiunan tetap
aktif berkegiatan ditengah masyarakat.
"Pesan
Pak Bupati, purna bakti bukan berarti berhenti mengabdi. Justru para pensiunan
didorong tetap aktif di organisasi kemasyarakatan agar tetap produktif dan
terhindar dari post power syndrome," katanya.
Menurutnya,
pengalaman para mantan ASN masih sangat dibutuhkan sehingga mereka diharapkan
tetap berperan melalui organisasi maupun kegiatan sosial.
Ia
menambahkan, para pensiunan masih dapat menyalurkan pengalaman dan
pengabdiannya melalui berbagai organisasi, seperti Persatuan Wredatama Republik
Indonesia (PWRI) dan Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) yang menjadi wadah
untuk mempererat silaturahmi sekaligus melanjutkan kontribusi kepada
masyarakat.
Menurutnya,
KORPRI akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata
bagi para anggotanya.
"Kami
turut bangga dengan berbagai prestasi yang diraih Kabupaten Ciamis. KORPRI dan terus
berupaya berinovasi, salah satunya melalui program umrah yang dikelola dari
dana anggota dengan sistem cicilan tanpa bunga. Semangatnya tetap sama, yakni
dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota," pungkasnya. (EDA)*



0 Comments