ciamiszone.id :
CIAMIS,- Penyaluran dana zakat kini tidak melulu soal bantuan konsumtif. Di Kabupaten Ciamis, dana umat (ZIS) disulap menjadi investasi pendidikan jangka panjang melalui program andalan bernama 'Ciamis Cerdas'. Memasuki tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Darussalam untuk menyalurkan beasiswa kuliah.
Sinergi yang telah berjalan selama dua tahun ini terbukti efektif. Pada periode ini, sebanyak 10 mahasiswa dari lingkungan pendidikan Darussalam berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa setelah melewati proses seleksi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menegaskan bahwa kehadiran UPZ di lembaga pendidikan sangat membantu pihaknya. UPZ berperan bak perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun dana sekaligus menyeleksi penerima manfaat yang benar-benar tepat sasaran.
“Tujuan akhir dari pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf ini adalah terciptanya keadilan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui Ciamis Cerdas, kami ingin dana zakat ini berdampak panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lewat pendidikan,” tegas Lili.
Tingginya kebutuhan akan bantuan pendidikan tinggi terekam jelas saat pendaftaran program ini dibuka. Ketua UPZ Darussalam Ciamis, Ahmad Agung—yang akrab disapa Abah—mengungkapkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat luar biasa.
“Dalam waktu satu hari saja, kami mencatat ada 27 mahasiswa yang langsung mendaftar. Dari jumlah tersebut, kami seleksi bersama tim BAZNAS hingga akhirnya ditetapkan 10 orang yang berhak menerima kuota beasiswa tahun ini,” ungkap Abah.
Melihat besarnya animo tersebut, Abah menyadari bahwa kehadiran lembaga zakat di tengah institusi pendidikan adalah sebuah kebutuhan krusial. Ia berharap kolaborasi positif ini bisa terus berlanjut dengan kuota yang terus bertambah setiap tahunnya.
Tidak hanya menyasar mahasiswa baru, Abah juga menaruh harapan agar ke depannya beasiswa 'Ciamis Cerdas' bisa merangkul mahasiswa tingkat akhir. Menurutnya, mahasiswa di rentang semester 6 hingga 8 sangat rentan terkendala biaya saat harus menuntaskan tugas akhir atau skripsi.
Langkah progresif BAZNAS bersama UPZ Darussalam ini diharapkan menjadi role model (percontohan) bagi UPZ lainnya di seluruh penjuru Ciamis. BAZNAS menargetkan agar pengelolaan zakat untuk pendidikan ini bisa menyentuh level akar rumput.
Bahkan, Lili Miftah mendorong agar desa-desa yang telah berstatus sebagai 'Kampung Zakat' nantinya wajib memiliki minimal dua orang penerima beasiswa pendidikan tinggi.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa dana ZIS yang dikelola secara transparan dan terarah mampu kembali ke masyarakat dalam wujud yang jauh lebih bermanfaat. Dengan membawa semangat “Dari Ciamis untuk orang Ciamis,” sinergi BAZNAS dan UPZ perlahan namun pasti mulai membuka jalan bagi anak-anak daerah untuk meraih gelar sarjana.(Eda)*



0 Comments