ciamiszone.id :
CIAMIS;- Manajemen PSGC Ciamis membantah adanya persoalan tunggakan gaji di internal tim setelah nama klub berjuluk Laskar Singacala itu muncul dalam unggahan daftar 28 klub yang dikaitkan dengan tunggakan hak pemain.
Manager PSGC Ciamis, Erwan Darmawan mengaku heran sekaligus terkejut melihat nama dan logo PSGC masuk dalam daftar tersebut.
Ia menegaskan, pihaknya belum menerima teguran ataupun pemberitahuan mengenai adanya pemain yang belum mendapatkan hak berupa gaji.
“Dan siapa pemainnya yang belum dibayar, selama ini tidak ada teguran, tidak ada pemberitahuan ke kita. Kita juga merasa terkejut dengan adanya pencantuman logo PSGC di 28 klub tersebut,” tegas Erwan.
Informasi mengenai daftar tersebut beredar melalui unggahan akun media sosial @kumparanbola dengan judul “Daftar Klub Nunggak Gaji”.
Daftar itu memuat nama PSM Makassar, PSBS Biak, Semen Padang, Persiku Kudus, PSIS Semarang, PSMS Medan, Persibo Bojonegoro, Persitara Jakarta Utara, RANS FC, Persikota Tangerang, Persinab Nabire, Sriwijaya FC, Perserang Serang, Persikas Subang, Persikasi Bekasi, Persida Sidoarjo, PS Siak, Garuda United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Persipa Pati, Persewar Waropen, Persikab Bandung, PSGC Ciamis, Persikabo 1973, PS Gunung Jati Cirebon, Persipa Pati, dan Pinrang City.
Dalam keterangan pada gambar itu disebutkan persoalan tunggakan gaji melibatkan total 303 pemain dari 28 klub dengan nilai mencapai Rp14,8 miliar.
Menanggapi informasi tersebut, Erwan mengatakan PSGC tidak akan langsung mengambil kesimpulan. Manajemen akan melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar, mulai dari memeriksa validitas data hingga mencari sumber awal pencantuman nama PSGC.
“Kita akan mempelajari informasi itu, validitasnya, validasinya,” katanya.
Erwan menuturkan, manajemen selama ini berusaha menjaga ketertiban dalam pembayaran gaji pemain.
“PSGC merasa paling tertib untuk bayar gaji. Kita selalu diingatkan, tiap tanggal 1 CEO kita pasti menelepon kita untuk membayar gaji,” ujarnya.
Menurut Erwan, pihaknya juga akan meneliti akun yang membagikan informasi tersebut sebelum melakukan langkah klarifikasi. Ia menilai persoalan tunggakan gaji merupakan hal serius yang semestinya dapat diketahui oleh pihak federasi maupun operator kompetisi.
“Kita akan meneliti dulu akunnya, kemudian sumbernya, kemudian juga kita akan klarifikasi. Saya rasa PSSI juga, I-League juga tidak akan diam ketika klub ini masih bermasalah dengan tunggakan gaji. Kita sekarang era modern, era serba diketahui oleh federasi kita,” katanya.
Di tengah mencuatnya informasi tersebut, PSGC Ciamis tetap melanjutkan persiapan menghadapi kompetisi. Erwan menyebut proses pembentukan skuad telah mencapai sekitar 90 persen dan tim kini tinggal mematangkan sejumlah aspek.
“Kita siap. Komposisi pemain sudah hampir 90 persen. Insyaallah semua ini tinggal mematangkan, mungkin mematangkan strategi pelatih dan komunikasi antar pemain,” ujarnya.
Selain mempersiapkan kekuatan tim, PSGC juga masih menyelesaikan pembahasan kontrak dengan salah seorang pemain asal Korea. Erwan menyebut pemain tersebut pada prinsipnya telah sepakat untuk bergabung, namun masih ada beberapa poin dalam kontrak yang perlu dibicarakan.
“Intinya dia sudah setuju akan main di sini, tetapi ada beberapa poin di kontrak yang masih kita diskusikan. Mudah-mudahan malam ini kita bisa deal,” pungkas Erwan.(Eda)*



0 Comments