Gagal Curi Poin, Laskar Singacala Segera Lakukan Evaluasi

ciamiszone.id : 

CIAMIS, – Setelah gagal mencuri poin di partai perdana usai takluk dari Persikad Depok, skuad PSGC Ciamis enggan berlarut dalam kekecewaan. Tim berjuluk "Laskar Singacala" ini langsung tancap gas kembali menggelar latihan rutin Senin sore (14/09/2026) di Stadion Galuh Ciamis.

​Perjuangan PSGC dipastikan tidak akan mudah. Pasalnya, PSGC tergabung di Grup Barat Liga 2 Pegadaian Championship musim 2026-2027 yang diprediksi akan berjalan sangat ketat. Mereka harus bersaing dengan tim-tim besar yang memiliki tradisi kuat di kancah sepak bola nasional, seperti Semen Padang, PSIS Semarang, serta PSMS Medan.

​Pelatih Kepala PSGC, Heri Kiswanto, mengungkapkan bahwa secara statistik dan alur permainan, anak asuhnya sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, banyaknya kesalahan elementer (mendasar) yang dilakukan menjadi salah satu faktor utama penyebab kekalahan di laga pembuka tersebut.

​"Kemarin memang secara permainan kita tidak kalah, ya anak-anak stamina juga bagus dan berani tampil menekan. Cuma penyelesaian akhir kita masih tumpul dan kurang beruntung dalam urusan mencetak gol saja," katanya saat akhir sesi latihan.

​Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa Herkis ini mengakui bahwa skema penyerangan yang dibangun timnya saat melawan Persikad berjalan sedikit monoton dan terlalu mudah terbaca oleh pertahanan lawan. Hal ini terutama terlihat pada pola serangan dari sisi sayap atau flank yang minim variasi umpan silang matang.

​"Kemarin pergerakan pemain sayap agak monoton dan kurang berani melakukan penetrasi ke area penalti lawan. Kami akan segera mengevaluasinya dalam sesi latihan minggu ini. Kita lihat nanti kedepannya, semoga taktikal penyerangan yang kita inginkan bisa berjalan dengan lebih cair dan efektif di laga selanjutnya," ujar Herkis.

​Menurutnya, selain membenahi kreativitas lini sayap yang agak monoton, jajaran pelatih juga memberikan peringatan tegas terkait mental bertanding. Para pemain diminta untuk terus menjaga konsentrasi dan tidak kehilangan fokus selama 90 menit penuh, apalagi ketika laga memasuki masa-masa krusial di menit akhir (injury time) yang kerap menjadi titik lengah.

​"Tentu kita harus menambah juga daya dobraknya, terutama dari pergerakan sayap-sayap, dari samping-samping ya, dari flank itu agar suplai bola ke striker lebih maksimal. Karena kemarin memang sepertinya terkesan agak monoton, lambat merespons situasi, dan kurang berani mengambil risiko," pungkasnya. (Eda)*

Post a Comment

0 Comments