Ketua Baznas Ciamis, Drs. H. Lili Miftah mengatakan seluruh desa di Kabupaten Ciamis kini telah memiliki UPZ. Tantangan berikutnya bukan lagi membentuk kelembagaan, melainkan meningkatkan kapasitas setiap desa sesuai dengan kondisi masing-masing.
"Kami menerapkan sistem pembinaan berdasarkan capaian penghimpunan masing-masing desa agar strategi yang dilakukan lebih tepat sasaran," ujar Lili saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (04/08/2026).
Dalam sistem tersebut, desa dengan penghimpunan infak di atas Rp10 juta per bulan masuk kategori Grade A. Desa dengan penghimpunan Rp5 juta hingga Rp10 juta masuk Grade B, sedangkan desa yang masih menghimpun di bawah Rp5 juta memperoleh pendampingan lebih intensif.
Menurut Lili, pengelompokan tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk persaingan, melainkan menjadi dasar penyusunan program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.
Untuk desa yang penghimpunannya masih rendah, BAZNAS akan memprioritaskan program yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan ekstrem, pencegahan stunting, hingga bantuan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
Sementara itu, desa yang telah memiliki penghimpunan infak tinggi akan diarahkan memasuki tahap berikutnya, yakni menjadi Kampung Zakat. Pada tahap ini, pengelolaan dana tidak hanya difokuskan pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi melalui pembinaan UMKM, pengembangan peternakan, serta berbagai usaha produktif masyarakat.
"Yang sudah kuat penghimpunannya kami dorong agar manfaat zakat semakin luas melalui program pemberdayaan. Harapannya masyarakat bisa semakin mandiri secara ekonomi," kata Lili.
Ia menjelaskan, pendekatan berjenjang tersebut menjadi fokus BAZNAS Ciamis pada periode kepengurusan 2026–2031. Setelah berhasil membentuk UPZ di seluruh desa pada periode sebelumnya, kini perhatian diarahkan pada peningkatan kualitas penghimpunan sekaligus optimalisasi pemanfaatan dana di tingkat desa.
Menurutnya, semakin banyak desa yang mampu meningkatkan penghimpunan infak, semakin besar pula peluang menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Ciamis optimistis strategi pembinaan
yang berkelanjutan serta kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat akan
mempercepat lahirnya lebih banyak Kampung Zakat di Kabupaten Ciamis. (Eda)*



0 Comments