Dinkes Deteksi Dini Leptospirosis dengan SIJERI

ciamiszone.id :

CIAMIS,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis memperkuat Sistem Jejaring Leptospirosis (SIJERI) sebagai upaya mempercepat deteksi dini dan respons penanganan setelah ditemukannya sejumlah kasus leptospirosis (penyakit infeksi bakteri yang menular dari hewan ke manusia) di salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Langkah tersebut dilakukan menyusul hasil penyelidikan epidemiologi yang menemukan adanya kasus tambahan di sekitar pasien yang sebelumnya terlambat terdiagnosis. Kondisi itu menjadi perhatian serius karena menunjukkan pentingnya sistem pelaporan dan penelusuran kasus yang lebih cepat dan terintegrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr Rizali Sofiyan mengatakan, penguatan SIJERI (deteksi cepat, respon tepat, kolaborasi kuat) menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui urine hewan tersebut.

"Kasus leptospirosis di Kabupaten Ciamis saat ini mengalami peningkatan sehingga membutuhkan langkah cepat. Padahal penyakit ini dapat dicegah, salah satunya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari," kata Rizali, Jumat (31/07/2026).

Menurut Rizali, SIJERI dirancang untuk mengintegrasikan proses pelaporan, pendataan, penelusuran kontak, hingga penanganan kasus secara lebih efektif. Melalui sistem tersebut, koordinasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan instansi terkait diharapkan berjalan lebih cepat sehingga potensi penyebaran penyakit dapat segera dikendalikan.

Penguatan sistem dilakukan setelah seorang pasien yang semula belum terdiagnosis leptospirosis saat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan akhirnya dinyatakan positif setelah dirujuk ke rumah sakit dengan layanan yang lebih lengkap. Dari hasil penelusuran petugas kesehatan, ditemukan sejumlah kasus lain di lingkungan sekitar pasien.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi Dinkes untuk memperkuat sistem deteksi dini agar kasus serupa dapat dikenali lebih cepat dan mendapatkan penanganan sejak awal.

Rizali menegaskan keberhasilan pengendalian leptospirosis tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan. Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai penularan.

"Sinergi semua pihak menjadi kunci. Dengan kerja sama yang baik, kami berharap penanganan kasus semakin efektif sehingga target zero case atau tidak ada lagi kasus leptospirosis di Ciamis dapat diwujudkan," katanya.

Selain memperkuat sistem jejaring, Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten sebagai langkah pencegahan paling efektif terhadap leptospirosis.

"Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan hidup bersih merupakan langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan penyakit ini," pungkas Rizali. (EDA)*


Post a Comment

0 Comments