CIAMIS,- Status
baru PSGC Ciamis sebagai tim satelit Persib Bandung menjadi titik awal
transformasi besar bagi klub berjuluk Laskar Singacala itu. Kerjasama jangka
panjang yang diresmikan ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Ungerstanding
(MoU) di Bumi Galuh Satria RSOP Ciamis, Rabu (1/7/2026), tidak hanya
berorientasi pada prestasi di lapangan, tetapi juga membangun fondasi klub yang
profesional dan berkelanjutan.
Melalui
kolaborasi tersebut, PSGC akan melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai
dari tata kelola organisasi, manajemen klub, pembinaan pemain muda, hingga
penguatan tim kepelatihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk
meningkatkan daya saing klub di level nasional.
CEO
PSGC, Herdiat Sunarya mengatakan, kerjasama dengan Persib merupakan bagian dari
visi jangka panjang klub untuk menjadi organisasi sepakbola yang dikelola
secara profesional.
"Kami
ingin membangun PSGC dengan sistem yang modern dan profesional. Kerjasama ini
bukan hanya soal pertandingan, tetapi bagaimana klub memiliki tata kelola yang
baik sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan," katanya.
Menurutnya,
transformasi tersebut tetap dilakukan tanpa menghilangkan identitas PSGC
sebagai klub kebanggaan masyarakat Ciamis. Nama klub, logo, serta markas di
Ciamis akan tetap dipertahankan sebagai bagian dari sejarah dan kebanggaan
masyarakat.
"PSGC
tetap milik masyarakat Ciamis. Identitas klub tidak berubah. Yang kami
tingkatkan adalah kualitas pengelolaan agar PSGC mampu bersaing dengan
klub-klub terbaik di Indonesia," katanya.
Deputi
CEO Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menilai, PSGC memiliki
potensi besar untuk berkembang menjadi klub yang kuat jika didukung sistem
manajemen yang profesional dan pembinaan pemain yang berkesinambungan.
"Kami
ingin menghadirkan kolaborasi yang saling menguntungkan. Persib memiliki
pengalaman dalam pengelolaan klub profesional, sementara PSGC memiliki sejarah
dan basis suporter yang kuat. Sinergi ini kami harapkan menjadi fondasi bagi
perkembangan kedua klub," kata Adhitia.
Selain
penguatan organisasi, kerjasama tersebut juga membuka peluang peminjaman pemain
muda Persib untuk memperkuat skuad PSGC.
Program
itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas tim sekaligus memberikan jam terbang
kepada pemain muda dalam kompetisi yang kompetitif.
Dalam
waktu dekat, PSGC juga akan mengumumkan susunan manajemen dan tim kepelatihan
yang akan memimpin klub menghadapi musim 2026/2027. Pengumuman tersebut menjadi
bagian dari tahapan transformasi yang tengah dijalankan.
Dengan
target menembus lima besar pada musim ini, PSGC berharap kerjasama dengan
Persib menjadi awal kebangkitan Laskar Singacala. Lebih dari sekadar mengejar
prestasi, transformasi yang dilakukan diharapkan mampu menjadikan PSGC sebagai
klub profesional yang sehat, kompetitif, dan memiliki sistem pembinaan yang
berkelanjutan. (EDA)*





0 Comments