CIAMIS,- Badan
Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026
dengan mengerahkan sebanyak 1.486 petugas lapangan yang telah disebar ke
seluruh wilayah desa dan kelurahan di Kabupaten Ciamis.
Kepala
BPS Kabupaten Ciamis, Luqman menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan
sebelum pelaksanaan sensus dimulai, dari penyediaan logistik hingga pelatihan
petugas.
“Sebanyak
1.486 petugas telah kami siapkan dan disebarkan ke seluruh wilayah. Mereka juga
telah mengikuti pelatihan selama tiga hari pada awal Juni dan saat ini sudah
siap terjun ke lapangan,” katanya, Selasa (23/06/2026).
Dalam pelaksanaan sensus ekonomi kali ini, BPS menargetkan pendataan sekitar 182 ribu unit usaha yang tersebar di Kabupaten Ciamis. Untuk mencapai target tersebut, setiap petugas ditugaskan mendata sedikitnya 10 unit usaha setiap hari.
Menurut
data awal BPS, jumlah usaha di Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan
dibandingkan hasil sensus sebelumnya. Pada Sensus Ekonomi 2016 tercatat sekitar
137 ribu unit usaha, sementara pada pendataan awal tahun 2026 jumlahnya
diperkirakan mencapai 182 ribu unit usaha.
“Ini
masih data awal. Hasil akhir akan diketahui setelah proses pendataan lapangan
selesai. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa lebih besar,” katanya.
Sensus
ekonomi merupakan kegiatan pendataan yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun
sekali. Sebelumnya kegiatan serupa dilakukan pada tahun 2006 dan 2016.
Dalam
pelaksanaannya, petugas sensus terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan
pemerintah setempat, mulai dari camat, kepala desa, hingga ketua RT sebelum
melakukan pendataan. Petugas juga diwajibkan mengenali wilayah kerja
masing-masing guna menghindari terjadinya pendataan ganda.
“Petugas
akan mendata rumah tangga dan unit usaha yang berada di wilayah tugasnya. Data
yang dikumpulkan meliputi informasi kependudukan, pendidikan, pekerjaan, hingga
kondisi usaha, termasuk jumlah tenaga kerja dan kepemilikan Nomor Induk
Berusaha (NIB),” katanya.
BPS
Kabupaten Ciamis menargetkan proses pendataan dapat diselesaikan dalam waktu
sekitar 63 hari. Setelah pendataan selesai, akan dilakukan supervisi dan
verifikasi lapangan untuk memastikan kualitas dan akurasi data yang diperoleh.
“Secara
keseluruhan, rangkaian kegiatan sensus diperkirakan berlangsung selama 75 hari.
Dan terkait petugas lapangan, mereka merupakan hasil rekrutmen khusus yang
telah dilaksanakan sejak Mei 2026,” ujarnya.
Sementara
Ketua DPRD Ciamis, H Nanang Permana memandang rentang waktu sensus yang
dilaksanakan BPS setiap sepuluh tahun sekali sebenarnya cukup panjang.
Menurut
Nanang, jika ingin data yang lebih akurat maka pendataan ekonomi idealnya
dilakukan lebih sering setiap lima tahun atau bahkan dua tahun sekali.
“Apabila
kita menginginkan data yang benar-benar presisi dan sesuai dengan kondisi
terkini, saya kira 5 tahun atau bahkan 2 tahun sekali akan lebih akurat,”
katanya.
Menurutnya,
perkembangan ekonomi berlangsung sangat cepat dan dinamis. Dalam kurun waktu
beberapa tahun saja, jumlah usaha dapat bertambah maupun berkurang.
“Bisa
saja terjadi perubahan jenis usaha atau klasifikasi usahanya. Jadi data yang
diperoleh melalui sensus ekonomi menjadi sangat penting untuk menggambarkan
kondisi riil perekonomian masyarakat,” katanya.
“Saya
berharap para petugas sensus dapat melakukan pendataan secara akurat, teliti,
dan sesuai kondisi lapangan. Dengan demikian, hasil sensus dapat menghasilkan
data yang valid dan presisi, sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan
kebijakan dan pengambilan keputusan pembangunan di masa mendatang,” pungkasnya.
(EDA)*




0 Comments