ciamiszone.id :
CIAMIS,- Sebuah
karangan bunga bertuliskan "Selamat dan sukses atas kegagalan menjaga
marwah demokrasi dan kepercayaan rakyat" menjadi simbol paling mencolok
dalam aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Cipayung Plus bersama Aliansi BEM
Ciamis di depan Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Senin (22/6/2026).
Di
tengah deretan spanduk dan poster tuntutan, karangan bunga bernada satir itu
menyita perhatian peserta aksi maupun pengguna jalan. Bagi mahasiswa, simbol
tersebut merepresentasikan kekecewaan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai
belum berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Aksi
yang diikuti ratusan mahasiswa itu diawali dari halaman Polsek Ciamis sebelum
bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Ciamis sekitar pukul 14.15 WIB. Sepanjang
perjalanan, massa menyuarakan berbagai tuntutan yang berkaitan dengan kondisi
ekonomi, pendidikan, hingga kualitas demokrasi.
Setibanya di depan gedung legislatif, mahasiswa menggelar mimbar bebas dan menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu menjawab persoalan masyarakat.
Dalam
orasinya, mahasiswa menyoroti kondisi ekonomi yang dianggap semakin membebani
masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli menjadi
salah satu isu yang paling banyak disuarakan.
Selain
itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Mahasiswa meminta
pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan efektivitas
program tersebut agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran.
Mereka
menegaskan tidak menolak program pemenuhan gizi bagi masyarakat, namun mempertanyakan
skala prioritas anggaran yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan
sektor pendidikan dan pelayanan publik lainnya.
Ketegangan sempat terjadi ketika massa berupaya mendekati area dalam Gedung DPRD. Aparat kepolisian yang berjaga membentuk barikade di depan pintu utama sehingga sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan.
Namun
demikian, situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kericuhan.
Mahasiswa juga berulang kali menegaskan, aksi yang mereka lakukan merupakan
bentuk penyampaian aspirasi secara damai.
Setelah
melalui komunikasi dengan pihak DPRD, massa akhirnya dipersilakan masuk untuk
mengikuti audiensi bersama pimpinan dan anggota dewan.
Dalam
dialog tersebut, Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, menyatakan pihaknya
menerima seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Namun, ia menjelaskan,
sebagian besar tuntutan yang disuarakan berkaitan dengan kebijakan pemerintah
pusat sehingga berada di luar kewenangan pemerintah daerah.
DPRD
pun berkomitmen meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak yang berwenang sesuai
mekanisme yang berlaku.
“Semua
aspirasi ini kami tanda tangani sebagai bentuk keseriusan dan akan kami
teruskan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Nanang di hadapan peserta audiensi.
Sementara
itu, Koordinator Lapangan aksi, Nuralim menegaskan, penandatanganan berita
acara tuntutan bukanlah akhir dari gerakan mahasiswa.
Menurutnya,
aksi tersebut merupakan langkah awal untuk mengawal berbagai kebijakan publik agar
lebih transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini
bukan akhir. Justru menjadi awal bagi kami untuk terus mengawal kebijakan yang
menyangkut kepentingan rakyat,” katanya.
Setelah
audiensi berlangsung dan berita acara tuntutan ditandatangani kedua pihak,
massa membubarkan diri secara tertib menjelang petang. Aksi yang sempat
diwarnai ketegangan tersebut pun berakhir kondusif.
Namun
demikian, karangan bunga satir yang berdiri di depan Gedung DPRD sepanjang aksi
berlangsung menjadi penanda kuat bahwa kritik mahasiswa terhadap arah kebijakan
dan kualitas demokrasi masih terus bergema. (EDA)*







0 Comments