CIAMIS,- Keberhasilan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis dalam mengoptimalkan Unit
Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa menjadi perhatian daerah lain. Model
penghimpunan zakat berbasis masyarakat yang diterapkan di Tatar Galuh bahkan
mampu menghasilkan dana lebih besar dibandingkan zakat yang berasal dari
Aparatur Sipil Negara (ASN).
Fakta
tersebut terungkap saat BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah melakukan kunjungan
studi tiru ke Kantor BAZNAS Ciamis, Rabu (17/6/2026).
Rombongan
datang untuk mempelajari strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS)
yang dinilai berhasil mendorong partisipasi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Ketua
BAZNAS Lampung Tengah, Nurhayati mengaku, mendapat banyak wawasan baru dari
sistem yang diterapkan di Kabupaten Ciamis. Salah satu temuan yang paling
menarik baginya adalah besarnya kontribusi UPZ desa terhadap penghimpunan dana
ZIS.
"Kami
mendapatkan informasi, pengumpulan dari UPZ di sini justru jauh lebih besar
dibandingkan dari ASN. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi
kami," katanya.
Menurutnya,
selama ini penghimpunan zakat di Lampung Tengah masih didominasi oleh kalangan
ASN. Padahal, daerahnya memiliki jumlah kecamatan dan kampung yang lebih banyak
sehingga menyimpan potensi zakat masyarakat yang cukup besar untuk
dikembangkan.
Ia
menilai model yang diterapkan di Ciamis dapat menjadi inspirasi untuk
memperluas basis penghimpunan zakat agar tidak hanya bergantung pada satu
sumber.
Sementara
itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, menjelaskan, keberhasilan
UPZ desa tidak terlepas dari sistem pengelolaan yang mengedepankan transparansi
dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui
konsep "dari desa untuk desa", dana infak yang dihimpun di suatu desa
akan dikembalikan untuk kebutuhan dan program kemaslahatan warga desa tersebut.
"Ketika
sebuah desa mengumpulkan infak Rp10 juta, dana itu akan disalurkan kembali
untuk masyarakat desa tersebut sebesar Rp10 juta bahkan bisa lebih," jelasnya.
Menurutnya,
pendekatan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat karena mereka
dapat melihat langsung manfaat dari dana yang dihimpun.
Dengan
model pengelolaan berbasis ekosistem lokal tersebut, BAZNAS Ciamis tidak hanya
berhasil meningkatkan penghimpunan dana ZIS, tetapi juga memperkuat
keterlibatan masyarakat dalam gerakan zakat yang berkelanjutan. (EDA)*



0 Comments