CIAMIS,-
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-284 bukan hanya bersifat seremonial
saja, tetapi merupakan momentum untuk merefleksikan kembali atas apa yang telah
kita lakukan.
Hal
itu diungkapkan Buati Ciamis, Dr H Herdiat Sunarya saat menjadi Inspektur
Upacara dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-284 di Halaman Pendopo
Ciamis, Kamis (11/04/2026).
“Alhamdulillah
selama periode 12 Juni 2025 sampai dengan hari ini kita masih mampu menunjukkan
kinerja yang baik, bahkan mendapat pengakuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi,
bahkan tingkat Asia,” tegasnya.
Penghargaan
tersebut antara lain, Green and Safe Community atau Kota Hijau Terbersih
se-Asia. Kabupaten Ciamis pun hadir pada momen ajang The 2nd Ministerial
Meeting of the Clean Environment atau Pertemuan Tingkat Menteri Se-Asia di
bidang Lingkungan Hidup di Langkawi, Malaysia.
Penghargaan
berikutnya sebagai Kabupaten Terbersih Terbaik 1 Kategori Pengelolaan Sampah
Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia.
“Semua
penghargaan ini merupakan hasil kerja keras kita semua, karena dukungan dan
peran serta seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis yang sangat peduli dengan menjaga
kebersihan di lingkungan,” katanya.
Ciamis
juga mendapatkan penghargaan sebagai Wilayah Bebas Korupsi dari Komisi
Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI).
Adapun
terbangun narasi diberbagai media sosial tentang Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya
diduga korupsi Rp190 miliar itu hanya salah penafsiran dalam membaca isi Laporan
Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK).
“Temuan
BPK RI itu ada tindak lanjut selama 60 hari. Kalian, Bapak, Ibu, Kepala
Pimpinan SKPD semuanya sudah diselesaikan, sudah hampir 99% selesai. Dan
catatan 2024 temuan BPK RI tidak ada sama sekali korupsi atau penyalahgunaan
wewenang,” katanya.
Menurutnya,
meskipun demikian, ditengah-tengah keterbatasan APBD masyarakat Kabupaten
Ciamis, terutama para pimpinan OPD, para ASN, masih mampu berkinerja dengan
baik.
Ini
dibuktikan dengan capaian ratusan penghargaan, ratusan medali. Artinya,
penghargaan, medali, biasanya bukan tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah
bagaimana bisa melayani, mampu melayani, menyejahterakan masyarakat di
wilayahnya dengan baik.
“PAD
kita ini terkecil kedua dari 27 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jawa Barat.
Hanya Rp314 miliar sementara kabupaten/kota lain ada yang sudah Rp1 triliun, Rp1,5
triliun, bahkan ada yang mencapai Rp 4 triliun,” katanya.
Dijelaskan,
lebih separuh APBD swadaya masyarakat, gotong royong, masuk untuk membangun
Kabupaten Ciamis. Tapi itu yang menjadi tidak tercatat. Tidak tercatat dalam
APBD. Ketika masyarakat bekerjasama membangun jalan, bangun gorong-gorong,
irigasi, jembatan-jembatan kecil, tapi nilainya lebih dari separuh APBD kita.
Budaya gotong-royong masyarakat Kabupaten Ciamis masih tinggi.
“Hanya
tinggal para pimpinan OPD, untuk mengajak masyarakat menata, membangun
Kabupaten Ciamis agar lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” katanya.
Ditegaskannya,
momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-384 ini, kita satukan semangat dan
tekad kita semua: Mupuk Nu Ngawa Ku Galuh,
yaitu bersatu, bersinergi, dan berkolaborasi untuk bersama-sama membangun dan
melayani masyarakat warga Kabupaten Ciamis yang kita cintai. (EDA)*



0 Comments