CIAMIS,- Berdasarkan
informasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kepolisian Negara
Republik Indonesia, operasi pengamanan Idul Fitri 1447 H/2026 akan berlangsung
selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, selama itu pentingnya
kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah
wilayah di Kabupaten Ciamis. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin
kencang berpotensi menimbulkan bencana di beberapa daerah.
Hal
itu diungkapkan Bupati Ciamis, Dr H Herdiat Sunarya saat memberikan arahan dalam
Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Ciamis terkait pengamanan Hari Raya Idul
Fitri 1447 Hijriah/2026 di Aula Serda Ciamis, Kamis (12/03/2026).
“Kondisi
cuaca saat ini perlu diantisipasi bersama. Masyarakat harus disosialisasikan
agar selalu siap siaga menghadapi kemungkinan bencana,” katanya.
Ia
menginstruksikan jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk
mengantisipasi potensi pohon tumbang serta memastikan saluran air tidak
tersumbat agar dapat meminimalisasi dampak banjir maupun longsor.
Selain
itu, Bupati Herdiat mengingatkan, masa libur nasional dan cuti bersama tahun
2026 cukup panjang, sehingga setiap instansi diminta meningkatkan kesiapsiagaan
serta mengatur jadwal penjagaan kantor.
Menjelang
Hari Raya Idul Fitri, pemerintah daerah juga memantau perkembangan harga bahan
pokok. Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa komoditas mengalami kenaikan
harga, namun masih berada dalam rentang normal dan relatif terkendali.
"Secara
umum, ketersediaan bahan pokok penting di Kabupaten Ciamis masih dalam kondisi
aman," ujarnya.
Sebagai
langkah antisipasi, Pemkab Ciamis melakukan pemantauan harga secara intensif di
sejumlah pasar utama, seperti Pasar Ciamis, Pasar Kawali, Pasar Banjarsari, dan
Pasar Sindangkasih. Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan atau kelangkaan
stok, pemerintah akan segera menggelar operasi pasar murah untuk membantu
masyarakat.
Dalam
mendukung kelancaran pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 tersebut,
Pemkab Ciamis menyiapkan berbagai langkah di sejumlah sektor. Di bidang perhubungan,
akan dibentuk posko pemantauan untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas
selama masa mudik dan balik Lebaran.
Di
sektor kesehatan, pemerintah daerah juga menyiapkan personel medis serta sarana
dan prasarana di rumah sakit dan puskesmas, termasuk penyediaan ambulans untuk
menghadapi kemungkinan keadaan darurat.
Selain
itu, pemerintah juga mengantisipasi sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya
yang disebabkan oleh aktivitas pasar tumpah. Beberapa lokasi yang menjadi
perhatian di antaranya Pasar Banjarsari, Pasar Imbanagara, Pasar Cikoneng,
Pasar Sindangkasih, serta Pasar Cipaku/Buniseuri.
Dengan
berbagai langkah tersebut, Pemkab Ciamis berharap pengamanan dan pelayanan
kepada masyarakat selama periode Idul Fitri 2026 dapat berjalan aman, lancar,
dan kondusif. (EDA)*





0 Comments