CIAMIS,-
Kabupaten Ciamis meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik Nasional dalam
Pengelolaan Sampah, hal itu diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional
(Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang bertemakan Kolaborasi Untuk Indonesia
ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di Balai Kartini, Jakarta yang berlangsung dua
hari, Rabu-Kamis (25-26/02/2026).
Dalam
kegiatan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) itu, penghargaan kategori “Menuju Kota/Kabupaten
Bersih Tahun 2025” dengan nilai 74,68 diserahkan langsung oleh Menteri
Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq kepada perwakilan Pemkab Ciamis menjadi
bukti konkret upaya pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan partisipasi
masyarakat di Ciamis telah dinilai efektif dan berkelanjutan oleh pemerintah
pusat.
Dalam
sambutannya, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyoroti kondisi Tempat Pemrosesan
Akhir (TPA) di Indonesia yang semakin kritis. Rakornas Pengelolaan Sampah 2026
merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan
penanganan darurat sampah nasional.
“Rata-rata
usia TPA nasional telah mencapai 17 tahun dengan batas teknis maksimal 20
tahun. Bapak Presiden mengingatkan, kita hanya memiliki waktu sekitar tiga
tahun untuk menyelesaikan persoalan sampah secara serius dan terintegrasi dari
hulu ke hilir,” katanya.
Menurutnya,
Kabupaten Ciamis mampu menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan sampah
meskipun dengan anggaran terbatas. Beberapa program unggulan yang menjadi indikator
kuat dalam penilaian nasional antara lain: pilah sampah dari rumah tangga, penguatan
bank sampah induk dan unit, pemberdayaan kelompok maggot, pengembangan
komposter, gerakan menabung sampah.
Kepala
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH)
Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno mengakui, penghargaan yang diterimanya merupakan
hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah,
penghargaan ini adalah buah gotong royong dari semua pihak mulai dari Bupati,
pasukan ungu, bank sampah induk dan unit, kelompok maggot dan komposter, hingga
masyarakat yang menjadikan kebersihan bukan sekadar program, tetapi sudah
menjadi budaya dan tradisi,” jelasnya.
Menurutnya,
keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen dan konsistensi Bupati Ciamis,
Dr. H Herdiat Sunarya yang terus mendorong gerakan kebersihan secara
berkelanjutan, dan selalu mengingatkan kebersihan adalah tanggung jawab
bersama.
"Pak
Bupati konsisten, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga hadir langsung di
lapangan untuk memberikan solusi nyata dan memastikan program berjalan dengan
baik,” tegasnya.
Menurut
Giyatno, penghargaan yang diraih bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk
terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah agar Ciamis semakin bersih,
sehat, dan berkelanjutan.
"Prestasi
ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mempertegas kalau
pendekatan kolaboratif antara pimpinan daerah, masyarakat, dan sistem
pengelolaan yang terstruktur mampu menjadi jawaban atas krisis TPA yang tengah
dihadapi secara nasional,” katanya. (EDA)*




0 Comments