CIAMIS,- Paguyuban
Peduli Alam dan Lingkungan Galuh Asri (Pedal Gas) bekerjasama dengan Yayasan
Sintas Indonesia (YSI) melaksanakan program Java Wide Leopard Survey (JWLS) berupa
bimbingan teknis (Bimtek) atau pelatihan pengamatan satwa Macan Tutul Jawa
untuk Lanskap Gunung Sawal. Pelatihan dengan tema Menjaga Jejak Macan Tutul
Jawa di Gunung Sawal (Ngariksa Leuweung,
Ngaropéa Gunung, Ngajaga Maung) berlangsung
selama empat hari mulai Jumat (09/01/2026) sampai Senin (12/01/2026) di Buper
Bukit Baros Ciomas Panjalu.
Sebanyak
30 orang peserta berasal dari Komunitas dan Mahasiswa Pecinta Alam dari Ciamis,
Tasik, dan Kuningan mengikuti pelatihan dengan materi Suaka Margasatwa Gunung
Sawal dan ekosistemnya yang disampaikan oleh narasumber dari BKSDA Wilayah III Jabar.
Sementara
Tim Sintas menyampaikan berbagai materi tentang manajemen perjalan, navigasi
dan pemetaan, ditambah lagi materi Sampling Genetika Macan tutul dan materi
pemasangan camera trap diikuti dengan seksama oleh para peserta.
Leader
Tim Manajemen Yayasan Sintas Indonesia, Alhalimata Rosyidi mengatakan, JWLS survey Macan Tutul Jawa ini
sudah dilaksanakan selama tiga tahun lebih untuk seluruh Lanskap Gunung di Pulau
Jawa.
“Sampai
saat ini khususnya di Jawa Barat, keberadaan Macan Tutul Jawa yang terdeteksi
paling banyak di Gunung Simpang Ciwidey sebanyak 22 ekor dan Halimun Salak Bogor yang belum selesai
pendataan tapi disinyalir akan lebih banyak dari Gunung Simpang. Kita tidak
tahu ada berapa nanti yang terdeteksi di Gunung Sawal ini,” jelasnya.
Sementara
Ketua Pedal Gas, Noer JM berterimakasih atas kepercayaan dari Yayasan Sintas
Indonesia untuk kerjasamanya dalam pelatihan survey Macan Tutul Jawa ini.
“Begitu
penting kita mengenal dan mencintai anugerah Tuhan berupa Gunung Sawal sebagai gentong air dengan
berbagai ekosistemnya, flora dan fauna serta keindahan alam yang patut kita
syukuri,” katanya Minggu (11/01/2026).
Noer
juga sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan Pengamatan Satwa Macan Tutul Jawa ini,
karena banyak materi edukasi untuk para peserta sebagai bekal untuk lebih
mengenal, menjaga dan melestarikan Gunung
Sawal dsn isinya, terutama keberadaan Macan Tutul Jawa karena merupakan satwa
kunci penjaga ekosistem yang ada.
“Selain
mendapat materi dari para pakar yang kompeten juga seluruh peserta melakukan
simulasi ke area Suaka Margasatwa Gunung Sawal selama dua hari yang didampingi
Tim BKSDA dan BPBD Kabupaten Ciamis,” katanya.
Noer
juga berharap para peserta nantinya akan menjadi motor penggerak di masyarakat
agar lebih mencintai Gunung Sawal.
“Dengan
menjaga dan melestarikan Marga Satwa Gunung Sawal, terutama Macan tutul Jawa jangan sampai
terjadi perburuan liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya. (EDA)*





1 Comments
Mantap
ReplyDelete