Apa Keuntungan MBG untuk Ciamis?

ciamiszone.id :

CIAMIS,- Belum maksimalnya realisasi Program Nasional (Pronas) andalan Presiden RI, Prabowo Siubianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ciamis menimbulkan pro dan kontra, padahal berdasarkan juklak dan juknisnya memang sangat baik untuk meningkatkan menjaga dan kesehatan anak, menopang perekonomian dan menyerap tenaga kerja.

Sekretaris Daerah Ciamis, Dr Andang Firman Triyadi sangat bersyukur dengan banyaknya dapur yang dibangun di wilayah Kabupaten Ciamis walaupun belum merata di setiap kecamatan.

Menurutnya, dengan adanya MBG, tingkat perekonomian di Kabupaten Ciamis meningkat. Apalagi dengan nilai investasi yang cukup besar.

 

“Keberadaan MBG menjadikan ekonomi di Ciamis semakin kuat, dengan investasi dalam setahun bisa mencapai Rp1,2 triliun sangat mendongkrak perekonomian,” kata Andang, Selasa (27/01/2026).

Dijelaskan, program MBG menggairahkan SDM warga Ciamis untuk bergerak mendukung dengan menyediakan bahan baku bagi dapur, berdasarkan perhitungan kasar, dalam satu tahun bisa terjadi iventasi mencapai Rp1,2 triliun dan harus terserap.

Program MBG juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM dan petani dalam rantai pasokannya. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, program ini dapat memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.

Ditambahkan Sekda, selain mampu meningkatkan perekonomian, tujuan inti MBG jelas menciptakan perkembangan kesehatan dan pertumbuhan anak agar menjadi generasi emas yang akan datang.

Tujuan utama dari program MBG adalah untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting khususnya pada kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu, dapat tercukupi dengan baik sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG),” jelasnya.

Selain itu, program MBG juga bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Menyediakan makanan sehat di sekolah diharapkan dapat mendukung konsentrasi siswa dan meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan belajar, yang akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Diakuinya, saat ini pihaknya sudah memerintahkan instansi terkait termasuk Satgas MBG Kabuaten Ciamis untuk mengevaluasi perekembangan MBG di Ciamis, diantaranya mendata perkembangan kesehatan anak di tiap sekolah.

“Sejak awal kami sudah instruksikan kepada Puskesmas dan Dinas Pendidikan agar mengecek kesehatan anak secara berkala untuk mengetahui dampak MBG terhadap anak. Nanti bisa kita lihat bagaimana perkembangan kesehatan anak sebelum mendapatkan MBG dan setelah menerima MBG,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan program MBG di Ciamis yang pasti saat ini sudah mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakan ekonomi mayarakat melalui penyediaan bahan baku.

“Alhamdulilah sudah banyak dapur di Ciamis, kalau dihitung jumlah investasinya menyentuh Rp1,2 triliun, semua anggaran harus terserap dan memaksimalkan anggaran,” katanya.

Sementara Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Ciamis, Eggy Armand mengakui, saat ini Ciamis baru memiliki 142 SPPG aktif dan 124 diantaranya sudah operasional.

“Jika melihat perkembangan dapur di Ciamis akan terus bertambah karena kita lihat di portal mitra masih ada beberapa SPPG yang sedang proses pembangunan,” katanya.

Dijelaskan, penambahan SPPG diawal tahun 2026 ini sangat signifikan 30 dapur terhitunjg Januari dan akan terus bertambah. Sementara penerima manfaat di Ciamis untuk kategori siswa, ibu hamil dan balita mencapai 320 ribuan.

“Ada tercatat sekitar 320 ribu itu menurut data kasar yang kami terima, dan ini terus kami revisi dengan adanya tambahan dapur baru di Ciamis. Ada beberapa kecamatan yang hanya memiliki satu dapur seperti di Kecamatan Tambaksari, Cidolog dan Banjaranyar. Untuk kecamatan lain sudah memiliki minimal 2 SPPG, sementara yang masih proses pembangunan itu ada 160 dapur,” jelasnya.

Diakui, sejauh ini di Kabupaten Ciamis tidak banyak kendala, namun ada beberapa hal yang harus disinkronisasi karena penambahan SPPG,  dengan bertambahnya penerima manfaat jadi akan meratakan setiap dapur melayani porsi yang sama.

“Harapan kami adalah semoga dapur di Ciamis menunya harus berkualitas,” tegasnya. (EDA)*


Post a Comment

0 Comments