ciamiszone.id :
CIAMIS,- Menjawab kekecewaan dan aspirasi para suporter setia pasca rentetan hasil buruk di awal musim, manajemen PSGC Ciamis berencana mendatangkan lima amunisi baru pada bursa transfer mendatang untuk mendongkrak performa Laskar Singacala.
Rencana penambahan kekuatan tersebut disampaikan langsung oleh CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam konferensi pers di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (5/11/2026). Langkah strategis ini diambil setelah PSGC hanya mampu memetik dua kemenangan dari sembilan laga di kompetisi Pegadaian Championship Liga 2 dan I League Cup, dengan puncak kekecewaan saat dilibas 0-6 oleh PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Rabu (4/11/2026).
Herdiat menjelaskan bahwa manajemen pusat telah menyetujui opsi perombakan komposisi pemain demi meningkatkan daya saing tim di putaran kedua. Sebanyak lima pemain baru yang terdiri dari kombinasi pemain lokal berpengalaman dan legiun asing ditargetkan mendarat saat bursa transfer resmi dibuka pada 2 Januari 2027.
"Berbagai evaluasi dan rencana perombakan ini merupakan respons nyata atas aspirasi para suporter dan masyarakat Kabupaten Ciamis yang merindukan PSGC tampil lebih garang dan kompetitif," ujar Herdiat.
Sebelum perombakan dilakukan, manajemen memberikan kesempatan dan tenggat waktu sekitar enam pekan bagi seluruh skuad yang ada saat ini untuk membuktikan kualitas dan kelayakan mereka mengenakan jersey PSGC.
Untuk memastikan proses evaluasi berjalan objektif, transparan, dan berbasis data, PSGC Ciamis kini mewajibkan para pemain mengenakan teknologi rompi GPS physical tracking dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan resmi. Perangkat ini mencatat secara presisi parameter fisik seperti jarak tempuh (distance), kecepatan maksimal (top speed), jumlah sprint, hingga peta pergerakan (heat map).
"Jadi tidak bisa dibohongi lagi. Mana pemain yang fisiknya sudah lemah, mana yang malas atau hanya berjalan kaki, semuanya terekam jelas," tegas Herdiat.
Langkah evaluasi berbasis data ini juga dipicu oleh sorotan tajam CEO terhadap mental bertanding para pemain yang dinilai merosot, terutama saat menghadapi PSS Sleman pekan lalu. Setelah satu pemain diganjar kartu merah di babak pertama, Herdiat menilai tim justru kehilangan disiplin bertahan dan bermain tanpa pola.
"Saya bukan tidak siap menerima kekalahan, tetapi para pemain seolah-olah bermain tidak dengan hati. Kelihatan mainnya tanpa pola," kritik Herdiat.
Herdiat juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pecinta sepak bola di Kabupaten Ciamis atas pencapaian yang belum memuaskan di sembilan laga awal. Ia berharap pembenahan fisik, taktik, serta amunisi baru pada Januari 2027 mendatang mampu membawa PSGC bangkit.
"Manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada teman-teman semua. Kami tetap memohon dukungan dan yang lebih penting lagi doa agar PSGC Ciamis semakin membaik dan bangkit di putaran berikutnya," pungkasnya.(Eda)*



0 Comments