ciamiszone.id :
CIAMIS,- Ratusan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Ciamis antusias mengikuti seleksi olahraga tradisional. Seleksi ini bertujuan menjaring atlet-atlet muda untuk mewakili Kabupaten Ciamis pada kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar di Bogor pada 28 Oktober mendatang.
Ketua pelaksana, Asep Rustandi menyebutkan, ajang ini mempertandingkan lima nomor cabang olahraga dan diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh kecamatan.
"Untuk hari ini tiap kecamatan 22 atlet, dari 5 nomor: Hadang, Dogongan, Sumpit, Bakiak, dan Egrang. Yang ikut seleksi per kecamatan 22, dikali 27 (kecamatan), jadi sekitar 490 ya. Jadi untuk tim kabupaten, diambil ke provinsi itu sama 22 atlet," ujar Asep.
Terkait kategori perlombaan, Asep menegaskan bahwa kompetisi ini terbuka bebas untuk usia sekolah dasar hingga maksimal kelas 6, dengan pembagian gender di tiap cabangnya.
"Jadi ada yang hanya putri, seperti Hadang itu putri. Kalau Egrang putra, tidak ada putrinya. Dogongan putra, tidak ada putrinya. Sumpitan itu, laki-laki dua, perempuan satu yang berangkat," jelasnya.
Ajang seleksi ini juga menjadi momentum kebangkitan olahraga tradisional Ciamis. Pihaknya optimistis tim yang terbentuk nanti bisa mengulang kembali masa kejayaan Ciamis di ajang yang sama beberapa tahun lalu.
"Insya Allah kalau tiga tahun ke belakang kita sempat jadi juara umum di provinsi. Mungkin ada masalah pembiayaan, pembinaan, dan sebagainya, merosot kembali. Mudah-mudahan untuk tahun sekarang kita bisa memberikan yang terbaik untuk Ciamis. Kalau target ya, kalau mau, emas semua," tegasnya.
Di samping mengejar target juara, para pembina olahraga tradisional di Ciamis juga menitipkan harapan besar kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat terkait pembinaan atlet yang terputus.
"Untuk harapannya ke depan, di Dispora Jabar jangan hanya jenjang sekolah dasar, tapi berkelanjutan. Kalau dulu berkelanjutan ada SMP, SMA, sekarang hanya sekolah dasar. Jadi bakat minat anak yang tadinya di SD sudah bagus, ternyata tidak ada kelanjutan untuk usia berikutnya," tuturnya.
Ia berharap adanya penambahan kompetisi di jenjang yang lebih tinggi agar pembinaan atlet muda tidak terhenti.
"Mudah-mudahan ke depan, di Dispora Jabar mengadakan event invitasi dari setiap jenjang. Baik itu SMP, SMA-nya. Jadi berkelanjutan. Dan orang tua pun, pembina gurunya kan bisa berlanjut dengan adanya fasilitas kompetisi," pungkasnya.(Eda)*




0 Comments