ciamiszone.id :
CIAMIS,-Musim kemarau yang melanda Kabupaten Ciamis selama lebih dari lima bulan terakhir telah memicu krisis air bersih dan kekeringan parah di berbagai wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin langsung pelaksanaan salat dan doa bersama secara serempak guna memohon turunnya hujan.
Herdiat Sunarya menjelaskan bahwa kondisi kekeringan saat ini sangat berdampak pada berbagai sektor, terutama pertanian masyarakat. "Karena sudah hampir 5 bulan lebih kita kemarau, petani sudah kekeringan sawah dan kebun, kemudian sungai-sungai juga sudah pada kering," ujar Herdiat selepas shalat Istisqo di Alun Alun Ciamis, Kamis (08/10/2026).
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, ia mengajak masyarakat untuk bermunajat kepada Yang Maha Kuasa di tengah krisis iklim ini. "Sudah sewajarnya kita memohon diturunkan hujan kepada Allah Subhanahu wa taala, tentu dengan hujan yang berkah untuk kita semua," sambungnya.
Lebih lanjut, Bupati Ciamis menegaskan bahwa kekeringan telah melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Ciamis. Untuk menanggulangi krisis tersebut, pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga dengan mengerahkan puluhan armada tangki air setiap harinya.
"Hampir semua. Kita lebih dari 50 hingga 60 tangki setiap hari melakukan dropping kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. Banyak sekali permintaan air bersih," ungkap Herdiat.
Terkait pelaksanaan doa dan salat memohon hujan, kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. "Di sekitaran sini saja ada ASN, TNI, Polri, para pimpinan pondok pesantren, anak-anak sekolah juga banyak," terangnya.
Tidak hanya terpusat di satu titik atau pusat pemerintahan, Herdiat memastikan bahwa gerakan munajat dan doa bersama ini dilakukan secara merata di seluruh pelosok daerah. "(Digelar) hampir serempak di semua desa dan kecamatan di Kabupaten Ciamis," pungkasnya.(Eda)*



0 Comments