CIAMIS,- Ikatan
Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menggelar Talkshow
Discussion Life bertema “Resolusi Awal Tahun 2026: Membangun Optimisme Daerah
melalui Jurnalisme Positif” sebagai upaya memperkuat peran media dalam
mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Holow Space Ciamis, Kamis
(08/01/26)
Kegiatan
ini menjadi ruang dialog strategis antara insan pers, pemerintah daerah,
akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan arah pemberitaan
yang konstruktif di awal tahun 2026. Talkshow tersebut menekankan pentingnya
jurnalisme yang tidak hanya informatif, tetapi juga solutif dan berdampak
langsung bagi masyarakat.
Ketua
IJTI Korda Galuh Raya, Yosep Trisna, menegaskan sinergi antara pemerintah
daerah dan media merupakan kunci dalam mengawal berbagai program strategis yang
akan dijalankan sepanjang tahun 2026.
“Media
memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah. Jurnalisme harus tetap
menjalankan fungsi kontrol sosial, namun tidak berhenti pada kritik semata,” kata
jurnalis MetroTV tersebut.
Menurutnya,
jurnalisme positif bukan berarti menutup-nutupi persoalan atau mengabaikan
kritik, melainkan menghadirkan sudut pandang yang berimbang dengan menekankan
solusi, harapan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
“Pemberitaan
yang membangun optimisme daerah adalah jurnalisme yang berani mengungkap masalah,
sekaligus mendorong solusi dan memberikan harapan. Inilah jurnalisme yang
dibutuhkan masyarakat hari ini,” katanya.
Menurutnya,
ditengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang, media
dituntut untuk lebih adaptif dan bertanggungjawab dalam menyajikan informasi,
khususnya yang berkaitan dengan kebijakan publik dan program pembangunan
daerah.
Talkshow
ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas jurnalis dalam menyusun narasi
pemberitaan yang mendorong partisipasi publik, meningkatkan kepercayaan
masyarakat, serta menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif.
Selain
itu, forum diskusi ini menjadi momentum refleksi awal tahun bagi insan pers di
wilayah Galuh Raya untuk mempertegas komitmen terhadap kode etik jurnalistik,
profesionalisme, serta keberpihakan pada kepentingan publik.
Melalui
kegiatan ini, IJTI Korda Galuh Raya berharap jurnalisme positif dapat menjadi
kekuatan strategis dalam membangun optimisme daerah, sekaligus menjadi jembatan
komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menyongsong
tahun 2026.
Dalam
kesempatan yang sama, akademisi Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Hendra
Sukarman menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap IJTI Korda Galuh Raya.
Ia
mengawali pernyataannya dengan menyampaikan ucapan sukses kepada organisasi
profesi wartawan televisi tersebut.
Ia
menilai, refleksi di awal tahun memiliki implikasi penting, khususnya dalam dua
hal utama. Pertama, sebagai momentum evaluasi atas capaian IJTI sepanjang tahun
2025, baik dari sisi karya jurnalistik maupun aktivitas organisasi. Kedua,
hasil evaluasi itu direfleksikan untuk ke depan. Bisa direkapitulasi, bahkan
dirumuskan menjadi tagline atau roadmap, mau seperti apa arah IJTI ke depan.
Terkait
materi jurnalisme positif, Hendra menekankan pentingnya ideologi yang jelas
dalam praktik jurnalistik. Menurutnya, jurnalisme positif sejatinya sudah
tercermin dalam fungsi kehumasan pemerintah, namun wartawan harus tetap menjaga
idealisme profesi.
“Saya
berharap jurnalisme itu memiliki ideologi yang jelas, sehingga idealisme
sebagai wartawan dan jurnalis selalu menjadi dasar dalam menyajikan berita yang
kritis tapi etis,” katanya.
Ia
mengingatkan, terdapat dua hal mendasar yang tidak boleh hilang dari insan
pers, meskipun mengusung konsep jurnalisme positif.
“Jangan
menafikan kebenaran dan jangan kehilangan daya kritis. Dua hal itu tidak boleh
hapus dari jurnalis,” tegasnya. (EDA)*





0 Comments